manfaat-besar-tapi-belum-banyak-yang-memahami-pentingnya-coaching- M Kurnia Siregar bersama Dr Drg Chairunnisa, memberikan keterangan terkait kegiatan coaching di Yogyakarta. (istimewa)


warjono

Manfaat Besar, Tapi Belum Banyak yang Memahami Pentingnya Coaching

SHARE

KORANBERNAS.ID—Meski banyak manfaatnya, pendekatan coaching selama ini belum banyak dipahami dan dilakukan oleh masyarakat luas. Kebanyakan, masyarakat di Indonesia masih bertumpu pada landasan keilmuwan dari sekolah saja. Padahal, dengan pendekatan coaching, sumber daya dan bekal ilmu setiap orang, akan memberikan dampak lebih maksimal.

“Belum banyak yang memahami, apalagi melakukan dan memanfaatkan pendekatan coaching. Padahal, ini snagat penting untuk optimaisasi sumber daya dan potensi diri,” kata M Kurnia Siregar PCC, President Director & Co Founder Loop Institute of Coaching, disela-sela acara “Indonesia Coaching Summit 2019” (ICS) 2019 di Yogyakarta, Rabu (13/11/2019). Kegiatan berlangsung sehari, diselenggarakan oleh International Coach Federation (ICF) Jakarta Charter Chapter.


Baca Lainnya :

Dikatakan, definisi coaching menurut ICF, adalah kemitraan dengan klien, melalui proses kreatif dan memicu pemikiran, yang mendorong klien untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesionalnya.

Coaching, katanya, bukan saja akan meningkatkan produktivitas, tapi juga mendorong seseorang menjadi pribadi yang positif.


Baca Lainnya :

“Dalam penelitian yang dilakukan ICF, 51 persen mampu meningkatkan efektifitas tim, 57 persen meningkatkan manajemen waktu, 61 persen meningkatkan manajemen bisnis dan 70 persen meningkatkan kinerja,” katanya.

Selain itu, penelitian lain dari ICF terhadap coaching, kata Siregar, 67 persen mampu meningkatkan keseimbangan hidup atau pekerjaan, 72 persen meningkatkan kemampuan berkomunikasi, 73 persen meningkatkan hubungan dan 80 persen meningkatkan kepercayaan diri.

Terkait dengan riset inilah, ICF sangat menginginkan agar manfaat coaching bisa dirasakan oleh berbagai kalangan.

“Tujuan dari program ini adalah mengenalkan kepada masyarakat bahwa coaching adalah salah satu metode pengembangan sumber daya manusia yang dapat memaksimalkan potensi kreatif seseorang,” tandas Siregar.

Dr Drg Chairunnisa Sp.BM ACC selaku President Indonesia Coaching Federation Jakarta Chater Chapter, menambahkan, ICS tahun 2019, merupakan kegiatan yang pertama kali digelar diluar Jakarta sejak sejak 8 tahun silam.

Sebelumnya, kegiatan serupa selalu digelar di Jakarta. Hal ini, dimaksudkan agar pemerataan pemahaman dan pengetahuan tentang coaching akan makin meluas di Indonesia.

“Dengan begitu, akan makin banyak pula orang yang peduli dan akan berpengaruh sangat positif bagi pemberdayaan masyarakat,” kata Nisa.

Tema ICS 2019 kali adalah “Coaching untuk Negeri” dengan sub tema "Mengembangkan Profesi dan Potensi Diri melalui Coaching”. Pemilihan tema ini, lanjut Nisa, dirasa sangat tepat dan selaras dengan program kerja pemerintah yang ingin mendorong perbaikan SDM.

SDM Indonesia akan semakin unggul dan Indonesia maju, bila setiap manusia di Indonesia bisa tergali potensi kreatif sehingga bisa memaksimalkan profesi dan dirinya agar bisa berdaya saing dengan negara lain melalui metode pengembangan yang bernama coaching.

“Dalam konteks tema ini, ke depan kami akan mendorong pengenalan coaching ke kalangan pendidik serta elemen-elemen lain yang langsung bersentuhan dengan pembinaan SDM. Ini penting, sebab coaching merupakan salah satu tools di dunia pembelajaran,” kata Nisa. (SM)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini