ISI Yogyakarta Buka Kelas Gratis bagi Masyarakat

Jumlah pendaftar hingga saat ini mendekati 1.000 orang. Pembelajarannya bersifat cair serta belum terstruktur.

ISI Yogyakarta Buka Kelas Gratis bagi Masyarakat
Rektor ISI Yogyakarta Dr Irwandi beserta jajarannya. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Selama tahun 2025, banyak prestasi yang diraih Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Semua itu berkat kerja kolektif tim besar kampus tersebut.

"Alhamdulillah atas segala capaian selama 2025. Ini berkat peran semuanya, jajaran pimpinan dan semua lembaga serta para mahasiswa," kata Dr Irwandi, Rektor ISI Yogyakarta saat jumpa pers di Mantra Bumi Coffee Jalan Parangtritis Km 4 Sewon Bantul, Rabu (7/1/2026) sore.

Didampingi jajaran wakil rektor dan para dekan, menurut rektor, prestasi ISI Yogyakarta tahun 2025 sangat beragam mencakup peringkat internasional di QS World Ranking yakni Institusi seni terbaik di Indonesia untuk Seni Pertunjukan (Performing Arts) dan Seni & Desain (Art & Design). Selain itu, FSRD ISI Yogyakarta meraih peringkat 112 QS World by Subject Art and Design.

Juga penghargaan kompetisi AYDA 2025 (Asia Young Designer Awards) (Bronze Award) dan ASEAN Workshop serta kemenangan di tingkat nasional seperti LIDM (Juara 2 Poster Digital), HANTARU (Juara 1 Poster), SUN POWER Render Battle (Juara 1) dan karya DKV tampil di kemasan Sosro serta lolos pendanaan PKM dan meraih enam penghargaan Anugerah Diktisaintek.

Kelas dunia

ISI Yogyakarta juga sukses menggelar beberapa kegiatan internasional dan nasional selama tahun 2025 seperti festival gamelan. “ISI Yogyakarta terus berproses menjadi universitas kelas dunia di bidang seni,” katanya.

Selain reputasi global, ISI Yogyakarta juga menaruh perhatian besar pada peningkatan inklusivitas dan perluasan akses pendidikan seni bagi masyarakat.

Sejak pertengahan tahun 2025 menyelenggarakan open class melalui platform daring. Siswa maupun masyarakat umum bisa mendaftar kelas gratis ini dan rencananya tahun ini membuka 20 kelas dengan beragam pilihan jurusan seni.

"Jumlah peserta yang mendaftar hingga saat ini mendekati 1.000 orang dan pembelajarannya bersifat cair serta belum terstruktur," ungkapnya.

Kuliah awal

Banyaknya pendaftar open class menjadi bukti tingginya minat masyarakat belajar seni . Begitu pun saat penerimaan mahasiswa baru jumlah pendaftar mencapai 17 ribu orang dan jumlah kuota untuk mahasiswa baru adalah 1.800-an.

Ke depan ISI Yogyakarta berencana mengembangkan pre-university program yang ditargetkan mulai 2026. Program ini memungkinkan pelajar SMA mengikuti perkuliahan lebih awal sebelum resmi menjadi mahasiswa.

Ketika yang bersangkutan diterima di kampus tersebut tidak perlu lagi mengambil mata kuliah yang sudah ditempuh saat pre-university.

Selain penguatan akademik, ISI Yogyakarta juga memperhatikan aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Kampus seni ini dilengkapi tiga unit lift untuk memudahkan akses berkegiatan. Desember silam, kampus itu menjadi tuan rumah peringatan Hari Disabilitas Internasional dan direncanakan menjadi agenda rutin.

Ruang interaksi

Dalam bidang kemahasiswaan, ISI Yogyakarta mencatat banyak prestasi di tingkat nasional dan internasional. Kampus memberikan dukungan bagi mahasiswa berprestasi serta membuka ruang interaksi dengan berbagai pihak melalui penyelenggaraan pentas seni baik di dalam maupun luar negeri.

Para dosen juga menorehkan berbagai prestasi di kancah internasional. "Ini artinya kiprah ISI Yogyakarta telah diakui secara global," tandas rektor. (*)