IMBIA Gelar Pelatihan Pembelajaran Koding, Dorong Literasi Digital
Selama pelatihan, para peserta dibimbing untuk menguasai dasar-dasar pemrograman.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- LPD LKP IMBIA menggelar pelatihan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi guru-guru sekolah dasar di wilayah Sleman. Kegiatan ini ditutup dalam sebuah acara di SMP Negeri 1 Sleman, Jumat (17/10/2025), setelah berlangsung sejak Juli 2025.
Program ini diikuti oleh 32 guru SD yang berasal dari sekolah-sekolah dengan kinerja baik di Kabupaten Sleman. Skema pelatihan terdiri dari In-1 selama 5 hari, dilanjutkan dengan On the Job Training sebanyak 24 Jam Pelajaran (JPL), dan ditutup dengan In-2 selama 16 JPL.
Selama pelatihan, para peserta dibimbing untuk menguasai dasar-dasar pemrograman (coding), penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pembelajaran, serta strategi integrasi teknologi di kelas.
Direktur LPD LKP IMBIA, Suryono, menjelaskan pelatihan KKA ini merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan dasar.
Menciptakan teknologi
“Kami berharap para guru dapat segera mengimplementasikan KKA dalam pembelajaran di sekolah masing-masing. Anak-anak tidak hanya diajak menggunakan teknologi, tetapi juga memahami dan menciptakan teknologi itu sendiri,” ujar Suryono.
Salah seorang perwakilan peserta menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini, namun juga memberikan masukan agar pelaksanaan berikutnya tidak mengambil waktu pada hari libur guru.
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini, tapi semoga ke depan waktu pelaksanaan bisa lebih fleksibel,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, menegaskan pentingnya kesiapan guru menghadapi tantangan era digital. Menurutnya, pembelajaran KKA bukan sekadar upaya mengikuti tren teknologi, tetapi langkah strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang adaptif dan inovatif.
Melek digital
“Di dunia yang semakin berbasis data dan teknologi, kemampuan untuk beradaptasi dan berpikir kritis sangat penting. Guru memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu berinovasi,” tegas Mustadi.
Dia menambahkan bahwa literasi digital dan keterampilan berpikir komputasional merupakan fondasi penting agar siswa mampu menghadapi tantangan teknologi masa depan, termasuk kecerdasan artifisial dan Internet of Things (IoT).
Selain itu, juga memahami serta membentuk masa depan digital, tidak hanya sebagai pengguna pasif teknologi, tetapi sebagai pencipta inovasi.
"Peserta diharapkan bisa mengasah kemampuan berpikir kritis dan logis melalui latihan pemecahan masalah dan eksplorasi ide dengan pendekatan komputasional," katanya.
Merasa terhormat
Kepala SMP Negeri 1 Sleman, Agus Istriyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia atas semangat dan komitmen selama pelatihan berlangsung.
“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan ini. Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyediaan sarana dan prasarana karena berbarengan dengan kegiatan pembelajaran,” ungkapnya.
Pelatihan KKA ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas gerakan literasi digital di sekolah-sekolah dasar. Dengan kemampuan koding dan AI, para guru diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi masa depan digital, tetapi juga mampu berkontribusi secara kreatif dan kritis di dunia yang semakin bergantung pada teknologi. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
