Dari Sesepuh hingga Gen Z, Ribuan Slanker Piknik di Konser Hey Slank
Pendiri HS, Haji Muhammad Suryo, menegaskan tur ini bukan hanya ajang hiburan tapi juga bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- “Sing wis sudah pasti jelas ya seperti menjadi obat rindu, apalagi waktu lagu Maafkan dimainkan... rasanya tuh langsung kayak ngekep atau meluk hati.”
Slanker asal Jogja, Kamandoko, melukiskan perasaannya saat Slank membawakan lagu Maafkan dalam konser Hey... Slank di Lapangan Gravel Adisutjipto, Minggu (19/10/2025) malam.
Baginya, lagu itu bukan sekadar nostalgia, tapi momen yang menghidupkan kembali kenangan lama bersama band idolanya. Konser pembuka tur nasional Hey Slank x HS Berani Kita Beda Tour ini pun dirasakannya lebih dari sekadar hiburan melainkan sebagai reuni rindu.
“Serunya lagi bisa ketemu teman-teman Slankers, khususnya dari Jogja dan luar kota,” ujar Kamandoko.
Gen Z
Ribuan penggemar memadati lapangan beralas rumput dan batu kerikil itu sejak petang. Komposisi penontonnya beragam mulai dari Slanker sepuh yang mengikuti Slank sejak era 90-an hingga Gen Z yang mengenal lewat platform digital.
Banyak yang datang membawa anak dan istri, menciptakan suasana layaknya piknik keluarga di tengah dentuman musik rock.
“Kekuatan massa yang hadir luar biasa. Tadi malam banyak banget Slankers sepuh sampai Gen Z. Ada yang ngajak anak istri, kayak piknik keluarga,” kata Kamandoko.
Menjelang malam, area konser berubah jadi lautan atribut khas Slanker berupa kaos hitam, bendera-bendera Slankers, dan syal bertuliskan Berani Kita Beda. Mereka bernyanyi serempak menanti idolanya naik panggung.
Ekonomi menggeliat
Sejak sore, arus kendaraan menuju kawasan selatan Bandara Adisutjipto mulai padat. Warga sekitar membuka halaman rumah sebagai parkiran, sementara pedagang dadakan menjajakan atribut Slank dan kuliner kaki lima.
Aroma sate, bakso, dan jagung bakar berpadu dengan suara tawa penonton menandai ekonomi warga ikut menggeliat. Saat lampu panggung diredupkan dan layar LED menampilkan tulisan Berani Kita Beda, sorakan membahana. Slank membuka konser pukul 21:20 lewat Mars Slankers.
“Jogja selalu punya energi luar biasa. Terima kasih sudah datang dan nyanyi bareng lagi setelah sekian lama,” sapa Kaka dari atas panggung.
Desain panggung kali ini mencuri perhatian. “Panggungnya lebih tinggi dari biasanya, kayak zaman konser Slank disponsori rokok 28 tahun lalu,” kenang Kamandoko.
Era kejayaan
Efek visual merah-hitam, api, kabut, serta layar LED menampilkan wajah personel menambah atmosfer rock klasik yang kuat mengingatkan era kejayaan Slank di tahun 90-an.
Selama hampir dua jam, Slank membawakan deretan hits seperti Terserah, Seperti Para Koruptor, Kupu-kupu Liarkoe, hingga Hey Bung. Tapi momen paling emosional justru saat Maafkan berkumandang, lagu yang bagi banyak Slanker menjadi pintu masuk ke dunia Slank.
Konser ditutup dengan Kamu Harus Pulang, dinyanyikan bersama ribuan penonton yang menyalakan lampu ponsel. “Sampai ketemu di kota berikutnya. Piss!” seru Kaka sambil memberi hormat.
Pendiri HS, Haji Muhammad Suryo, menegaskan tur ini bukan hanya ajang hiburan tapi juga bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM di setiap kota.
Sumber rezeki
Panitia mencatat lebih dari 5.000 penonton pada konser pembuka ini. Meski sempat terjadi kemacetan dan antrean di pintu masuk, acara berlangsung aman dan tertib.
Bagi warga sekitar, malam itu bukan hanya pesta musik, tapi juga sumber rezeki. Yogyakarta menjadi kota pertama dari sepuluh kota tur nasional Slank hingga pertengahan 2026.
Jika solidnya komunitas Slanker di konser pembuka ini bisa jadi patokan, kota-kota berikutnya patut Bersiap karena Hey Slank bukan sekadar konser, tapi perayaan keluarga, nostalgia dan cinta yang terus hidup di penggemar Slank. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
