Penanaman Modal di Kebumen Tahun 2025 Mencapai Rp 700 Miliar
Pembangunan dapur SPPG diperhitungkan sebagai penanaman modal karena investasinya bersumber dari swasta.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN --- Nilai penanaman modal di Kebumen selama tahun 2025 mencapai Rp 700 miliar lebih. Sebagian besar merupakan penanaman modal Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan nilai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.
Koordinator Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu (DPMPSTP) Kebumen, Fivra Alin, kepada koranbernas.id menjelaskan setidaknya ada 22.500 penanaman modal baru selama tahun 2025.
"Penanaman Modal Asing bidang manufaktur nilai investasi Rp 60 - Rp 70 miliar, industri sarung tangan dari Korea Selatan," katanya, Kamis (8/1/2026).
Pabrik manufaktur pertama di Kebumen yang berlokasi di Desa Purbowangi Kecamatan Buayan itu sekarang on progres tahapan pembangunan pagar dan jalan lingkungan pabrik.
Perdagangan barang
Fivra mengatakan penanaman modal baru di Kebumen didominasi perdagangan barang. UMKM pun tumbuh dengan modal Rp 5 juta-Rp 10 juta. Mereka memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memberikan kontribusi penanaman modal. Pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperhitungkan sebagai penanaman modal, karena investasinya bersumber dari swasta.
Penilaian investasi pendirian SPPG salah satunya dihitung dari lahan dan biaya pembangunan gedung.
“Mohon maaf kami belum bisa merilis lengkap penanaman modal tahun 2025, karena belum dilaporkan ke pimpinan," kata Fivra Alin. Data penanaman modal tahun 2025 bisa dirilis ke publik jika sudah dilaporkan ke bupati. (*)
Nanang W Hartono
