Gandeng ITS, Perusahaan Tambang Kristalin Eka Lestari Incar Investasi Rp 560 Miliar di Dubai
ITS akan memberikan pendampingan dan pengawasan dari sisi teknologi serta tata kelola perusahaan untuk setiap aktivitas pertambangan KEL di masa depan
KORANBERNAS.ID, SURABAYA--Sebuah langkah strategis dan ambisius diambil oleh perusahaan tambang nasional, PT Kristalin Eka Lestari (KEL), untuk menembus panggung investasi global. Melalui sebuah kolaborasi prestisius dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, KEL secara resmi terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang Indonesia Investment Exhibition (IIE) 2025 di Dubai.
Tidak tanggung-tanggung, dalam pameran yang akan mempertemukan para investor dari seluruh dunia ini, KEL menargetkan untuk membawa pulang komitmen investasi senilai USD 35 juta atau setara dengan Rp 560 miliar.
Kepastian ini didapat setelah manajemen KEL, yang diwakili oleh Executive Director Dikky Agung Pamungkas dan Public Relations Manager Nora Octavia Tambunan, menerima Surat Lulus Kurasi langsung dari Ketua Delegasi ITS untuk IIE 2025, Dr. Arman Hakim Nasution, di Gedung Fakultas Manajemen Bisnis ITS, Jumat (29/8/2025).
Keterlibatan ITS tidak hanya berhenti pada proses kurasi. Dalam kesempatan yang sama, KEL juga menandatangani Perjanjian Strategis dengan ITS. Melalui kerja sama ini, ITS akan memberikan pendampingan dan pengawasan dari sisi teknologi serta tata kelola perusahaan untuk setiap aktivitas pertambangan KEL di masa depan.
Langkah ini memastikan bahwa KEL tidak hanya maju dari sisi bisnis, tetapi juga didukung oleh fondasi ilmiah dan teknis yang kuat dari salah satu institusi teknologi terbaik di Indonesia.
“Kami tidak hanya membawa nama KEL, tapi juga semangat baru pertambangan Indonesia. Dukungan ITS menjadikan langkah kami lebih solid untuk masuk ke panggung global,” tegas Dikky Agung Pamungkas.
Mendanai Visi Mining for The Future
Dana investasi fantastis yang ditargetkan akan dialokasikan secara strategis untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu “Mining for The Future”. Dana tersebut akan difokuskan untuk perluasan area penambangan (mining) serta pengembangan teknologi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Visi ini sejalan dengan upaya untuk mengubah citra industri pertambangan menjadi lebih inovatif, ramah lingkungan, dan berdaya saing global. Kehadiran KEL di Dubai bukan hanya sekadar mencari investor, tetapi juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki perusahaan-perusahaan potensial yang siap menjadi pemain utama di kancah internasional. (*)
Siaran Pers
