Inspektorat Kebumen Menemukan Selisih Laporan Keuangan PT AUKJ

nspektorat Kebumen telah melakukan pemeriksaan sejumlah pihak.

Inspektorat Kebumen Menemukan Selisih Laporan Keuangan PT AUKJ
Audiensi sejumlah ormas di DPRD Kebumen, Kamis (22/1/2026). (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Inspektorat Daerah Kebumen menemukan selisih antara laporan keuangan dengan kondisi riil aset PT Aneka Usaha Kebumen Jaya (AUKJ) hasil audit tahun 2025. Inspektorat tidak menyimpulkan, selisih itu apakah kerugian usaha atau ada tindak pidana korupsi.

"Tahun sebelumnya audit dilakukan kantor akuntan publik," kata Inspektur Amin Rohmannurasyid saat audiensi sejumlah ormas di DPRD Kebumen, Kamis (22/1/2022).

Amin tidak menyebutkan selisih yang ditemukan. Laporan Hasil Pemeriksaan di BUMD yang baru beroperasi tahun 2023, hanya diberikan kepada pimpinan dan aparat penegak hukum.

Inspektorat Kebumen telah melakukan pemeriksaan sejumlah pihak, setelah kasus ini ditangani Kejaksaan Negeri Kebumen. Pihak yang dimintai keterangan, di antaranya direksi, Komisaris dan karyawan PT AUKJ.

BUMD merugi

Menurut Amin, hasil audit yang dilakukan Kantor Akuntan Publik tahun 2024, tidak ditemukan kejanggalan, seperti hasil audit yang dilakukan Inspektorat Daerah Kebumen tahun 2025.

Audiensi ormas dan LSM diterima pimpinan DPRD Kebumen, Ketua dan anggota Komisi C, ketua dan anggota komisi A. Audiensi dipimpin Ketua DPRD Kebumen H Saman.

Ketua Komisi C DPRD Kebumen Bambang Suparjo yang juga Ketua Pansus Raperda PT AUKJ mengungkapkan BUMD milik Pemkab Kebumen merugi.

Misalnya pengelolaan destinasi wisata Pemandian Air Panas Krakal. Tidak disebutkan jumlah pendapatan dari pengelolaan destinasi wisata milik Pemkab Kebumen, dengan uang yang disetor ke kas daerah, sebagai pendapatan daerah dari destinasi wisata itu.

Biaya operasional

Anggota Komisi C DPRD Kebumen Wahid Mulyadi mengungkapkan, salah satu jenis usaha PT AUKJ yang merugi melaksanakan program Gerakan Pangan Murah. Kerugian itu disebabkan biaya operasional yang tidak dimasukkan harga pangan bersubsidi.

"Program itu menjual beberapa jenis pangan, dengan harga subsidi, " kata Wahid Wahyudi. Informasi itu diperoleh Pansus Raperda PT AUKJ beberapa waktu yang lalu.

Menurut Wahid, baru tahun kedua BUMD ini beroperasi, memberikan deviden kepada pemegang saham, dari dana penyertaan modal sebesar Rp 10 miliar. "Deviden yang diberikan kepada Pemkab Kebumen Rp 500 juta," kata Wahid Mulyadi. (*)