Hotel di Yogyakarta Bangun Habitat Predator Tikus di Cangkringan

Memancing koloni Serak Jawa menempati area tersebut secara alami sebagai predator tikus. 

Hotel di Yogyakarta Bangun Habitat Predator Tikus di Cangkringan
Pemasangan gupon untuk Serak Jawa di persawahan Cangkringan Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Memperingati hari jadi ke-8, ARTOTEL Yogyakarta merealisasikan langkah konservasi strategis dengan membangun infrastruktur habitat bagi predator alami yaitu Burung Serak Jawa (Tyto alba) di kawasan persawahan Cangkringan Sleman.

Inisiatif ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian program "Infinity Blessed" yang digelar manajemen hotel di Yogyakarta itu sejak Agustus hingga puncaknya 7 Desember 2025.

Program konservasi dijalankan dengan pendekatan natural bekerja sama dengan ahli konservasi lokal, Pak Lim. Pihak hotel tidak melakukan pelepasan burung secara instan, melainkan membangun rumah burung (gupon) berbahan kayu untuk memancing koloni Serak Jawa menempati area tersebut secara alami sebagai predator tikus.

Manajemen ARTOTEL Yogyakarta melaporkan telah mendirikan tiga unit rumah burung di lokasi strategis. Langkah ini dinilai krusial mengingat satu ekor Serak Jawa mampu menekan populasi hama tikus yang berpotensi menyelamatkan kerugian petani hingga Rp 12 juta per masa panen.

Berkembang biak

“Ini bukan sekadar pelepasan hewan, melainkan upaya memicu (trigger) ekosistem agar burung predator datang dan berkembang biak secara alami untuk membantu petani,” ujar Andre Harso Binawan, General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Selasa (2/12/2025).

Selain konservasi satwa, ARTOTEL Yogyakarta menerapkan manajemen limbah berkelanjutan (waste management). Selain itu, juga melakukan kunjungan ke Panti Jompo, Konservasi Serak Jawa, Bank Sampah dan Pemberian Tangki Air untuk warga terdampak kekeringan jika kemarau datang.

Sampah kertas operasional hotel dikumpulkan dan dijual. Seluruh dana hasil penjualan didonasikan untuk konservasi penyu di Pantai Pelangi bekerja sama dengan Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta. Ke depan, manajemen mentargetkan pengolahan limbah kertas menjadi buku daur ulang.

Menjelang puncak perayaan, antusiasme publik terlihat pada kegiatan donor darah yang digelar 2 Desember 2025. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), jumlah pendonor berhasil melampaui target awal 50 kantong darah berkat kesiapan stok kantong cadangan dari pihak PMI.

Program promo

Sebagai bentuk apresiasi konsumen, ARTOTEL Yogyakarta juga meluncurkan program Flash Sale Room dengan harga Rp 8 per malam. Promo ini berlaku terbatas pada periode 1 hingga 8 Desember 2025.

General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Andre Harso Binawan, menegaskan usia sewindu ini dimaknai sebagai momentum untuk memberi dampak konkret.

"Delapan tahun merupakan perjalanan penuh syukur. Kami ingin merayakan rasa syukur itu dengan berbagi kepada lingkungan dan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan dampak nyata, mulai dari konservasi lingkungan, bantuan tangki air untuk warga terdampak kekeringan, hingga aksi sosial lainnya," katanya. (*)