Bulog Magelang Jemput Bola Serap Gabah Petani
Gabah diambil petugas Bulog di sawah sehingga petani merasa senang.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Perum Bulog Cabang Magelang berhasil memenuhi target penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) petani panen awal tahun 2026. Minat petani yang semakin tinggi menjual beras ke Bulog, dan pelayanan pembelian beras tidak mengenal hari libur, salah satu faktor semakin meningkatnya minat petani menjual gabah ke Bulog.
"Bulog Magelang melayani pembelian gabah jemput bola, tujuh hari sepekan," kata Ichsan Suradilaga, Pemimpin Cabang Perum Bulog Magelang, kepada koranbernas.id, Jumat (13/2/2026).
Bulog Magelang yang mencakup Kabupaten Magelang, Wonosobo, Temanggung, Purworejo serta Kebumen, hingga Kamis (12/2/2026), berhasil menyerap gabah petani 4.020 toh gabah dan 2.442 ton beras.
Menurut Ichsan, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp 6.500 lebih tinggi dibandingkan harga pasar pada musim panen, menjadi salah satu penyebab minat petani menjual gabah melalui petani.
Menarik minat
"Harga pembelian pemerintah lebih tinggi dari harga pasar menarik minat petani menjual beras ke Bulog," kata Ichsan Suradilaga.
Daya tarik lainnya, gabah diambil petugas Bulog di sawah sehingga petani merasa senang karena dapat memangkas rantai distribusi. Hasil panen dapat terserap dengan maksimal.
Kepala Gudang Bulog Butuh, Purworejo Sidik Sugiharto, mengungkapkan dalam program penyerapan gabah petani, Bulog didukung Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Bulog menerima informasi petani yang akan menjual beras dari PPL. Jadwal pembelian gabah jemput bola ditetapkan Bulog selama tujuh hari sepekan.
Nanang W Hartono
