Menuju 50 Tahun IPA Convex: Mencetak “Iron Man” Energi di Kampus Yogyakarta

IPA Goes to Campus sambangi UGM dan UPN Veteran Yogyakarta. Intip peran strategis generasi muda dalam transisi energi dan bocoran IPA Convex 2026

Menuju 50 Tahun IPA Convex: Mencetak “Iron Man” Energi di Kampus Yogyakarta
Persiapan menuju penyelenggaraan IPA Convex 2026.. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, ​YOKYAKARTA--Masa depan energi Indonesia bukan lagi soal apa yang ada di perut bumi, melainkan siapa yang mengelolanya. Menyadari hal tersebut, Indonesian Petroleum Association (IPA) resmi tancap gas menyambangi dua kampus besar di Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN Veteran Yogyakarta, melalui program IPA Goes to Campus, Jumat (13/02/2026).

​Langkah strategis ini merupakan pembuka menuju gelaran emas IPA Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 yang akan menandai 50 tahun perjalanan kemitraan energi di Indonesia.

​Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Di hadapan para mahasiswa, ia menekankan bahwa dunia pendidikan adalah fondasi utama bagi sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di tengah dinamika global.

Kami hadir untuk memperkuat sinergi. IPA Convex 2026 yang mengusung tema 50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth akan menjadi panggung besar bagi mahasiswa melalui program Youth@IPAConvex, ujar Marjolijn.

​Gas Bumi: Juru Selamat Transisi yang Butuh Inovasi

​Dalam sesi knowledge sharing, Wakil Ketua Komite Gas & LNG IPA, Diwya Satwika Paramartha, memaparkan realitas menarik: gas bumi akan menjadi pemain kunci sebagai jembatan transisi energi. Dengan emisi yang jauh lebih rendah dibanding batu bara, potensi gas Indonesia yang melimpah butuh tangan dingin generasi muda untuk pengembangannya.

Indonesia masih punya cadangan gas raksasa. Tapi, pengembangannya butuh kolaborasi multidisiplin. Ini bukan hanya tugas orang teknik, tapi tugas generasi Anda, tegas Diwya.

​Senada dengan hal tersebut, Anggota Komite Eksplorasi IPA, Feriyanto, saat mengunjungi UPN Veteran Yogyakarta mengingatkan bahwa tantangan eksplorasi kini semakin brutal. Lapangan yang lebih dalam dan tekanan tinggi menuntut teknologi canggih serta nyali inovasi dari para calon insinyur.

​Respons Positif Dunia Akademik

​Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ali Awaludin, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, mahasiswa perlu terpapar langsung dengan realitas industri agar tidak kaget saat lulus nanti.

Industri energi sedang bertransformasi. Sinergi dengan IPA memberi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa kami untuk memahami apa itu keberlanjutan dan transisi energi yang sesungguhnya, ungkap Prof. Ali.

​Sebagai informasi, puncak acara IPA Convex 2026 akan digelar pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD Tangerang. Acara ini akan menghadirkan Student Showcase, Student Visit, hingga forum eksklusif antara mahasiswa dan petinggi industri energi dunia. (*)