Guru Meditasi Asal Bali Bunda Arsaningsih Bimbing Warga Australia Menata Hati
Di balik citra harmonis Kota Melbourne tersimpan jejak energi yang belum tuntas.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Guru meditasi asal Pulau Bali, Bunda Arsaningsih, menggelar acara Tata Hati Soul Reflection Meditation di Melbourne Australia pada 13 September silam.
Melalui siaran pers diterima koranbernas.id, Selasa (16/9/2025), Arsaningsih menjelaskan acara itu diikuti 1.621 peserta baik secara luring maupun daring. Sebelumnya acara serupa dilaksanakan di Denpasar, Solo, Paris, Italia, Belgia dan Belanda dengan total peserta mencapai lebih dari 6.900.
“Acara ini bukan hanya sekadar temu wicara biasa, namun Tata Hati membawa dampak keharmonisan untuk kota-kota yang dikunjungi dan menebarkan radiasi energi positif ke seluruh dunia,” katanya.
Arsaningsih mengatakan Australia dikenal sebagai negara modern yang multikultural. Khususnya Melbourne, kota ini kerap dinobatkan sebagai salah satu kota urban paling layak huni di dunia dengan kualitas hidup yang tinggi.
Bunda Arsaningsih menyerahkan cenderamata kepada Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tanzania, Yohanes Jatmino Heru Prasetyo. (istimewa)
Namun di balik citra harmonis itu, tersimpan jejak energi yang belum tuntas. Sejarah panjang perlakuan tidak adil terhadap suku Aborigin meninggalkan luka batin dan kemarahan. “Energi itu meski tak kasat mata, masih terasa hingga kini," kata dia.
Pada acara Tata Hati SOUL Reflection Meditation di Melbourne, guru meditasi dan peraih dua rekor MURI tersebut mengajak serta membimbing peserta untuk menata hati, meredam dan menetralkan rekaman energi tersebut.
Proses ini dilakukan melalui minta maaf dan memaafkan, agar rekaman energi bisa dinetralkan dan diselaraskan. Tata Hati tidak hanya menyentuh rekaman masa lalu, tetapi juga memberi dampak nyata pada masa kini dengan memperkuat cahaya, cinta dan energi Tuhan.
Dari sana, energi positif akan menyebar sekaligus menyelaraskan energi positif hingga ke seluruh Australia. “Tata Hati membawa keharmonisan pada setiap kota yang dikunjungi. Tata Hatimu, ubah hidupmu," lanjut Bunda Arsaningsih.
Menjadi harmonis
Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tanzania, Yohanes Jatmino Heru Prasetyo, mengatakan bersama Bunda Arsaningsih dirinya dan para peserta diajak dekat dengan sesama dan lingkungan agar menjadi harmonis luar biasa dan kembali pada jati diri masing-masing.
“Secara spiritual dampaknya positif bagi saya. Kita semua punya masalah hidup, punya tantangan dan saya harapkan semua bisa mendapat hati yang damai dan membuat hati yang ikhlas secara aktif. Program ini jadi berkat bagi seluruh rakyat Indonesia dan diaspora bagi yang di luar negeri,” katanya.
Bunda Arsaningsih merupakan perempuan multitalenta kelahiran 1968, pencipta metode SOUL (Spirit of Universal Life) diawali dengan SOUL Meter, yaitu sebuah metode untuk pengenalan jati diri.
Kemudian, dilanjutkan dengan mengembangkan metode SOUL Reflection untuk menyembuhkan diri, men-delete hal negatif dalam diri dan memperkuat kualitas positif.
Bantuan kemanusiaan
Selain dikenal sebagai seorang spiritualis modern, pakar energi dan guru meditasi, kepeduliannya yang besar pada pembentukan karakter sejak dini untuk generasi penerus bangsa menjadi dasar untuk mendirikan Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang bergerak di bidang bantuan kemanusiaan.
Penghargaan MURI diterima Bunda Arsaningsih pada tahun 2015 sebagai pemrakarsa senam Yophytta. Maternal-gabungan yoga, pilates, Tai Chi dan afirmasi dengan kategori peserta ibu hamil terbanyak sebanyak 25 ribu orang.
Arsaningsih juga merupakan orang pertama yang menerima gelar Certified Professional Spiritual Healer dari American Academy, sebuah lembaga sertifikasi Internasional yang terakreditasi oleh International Board of Standards (IBS).
Tahun 2024 dia kembali mencatatkan diri di Rekor MURI yang kedua sebagai penuntun Meditasi Renungan Jiwa dengan peserta terbanyak. (*)
Sariyati Wijaya
