Banjir di Cawas Klaten, Sejumlah Sekolah dan Pasar Masaran Cawas Tutup
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Bencana alam banjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Cawas dan Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Rabu (4/3/2026) dini hari berpengaruh pada aktivitas sehari-hari warga. Diperoleh informasi bahwa ada sejumlah sekolah libur dan aktivitas pedagang di Pasar Masaran Cawas juga berhenti.
Di sekolah yang libur, sejumlah guru tampak sibuk kerja bakti membersihkan dan mengepel ruang kelas, kantor dan halaman sekolah. Namun ada juga yang tidak ada aktivitas sama sekali.
Di SD Negeri Plosowangi 2, Kecamatan Cawas, yang terletak di pinggir jalan raya Pedan-Cawas, genangan air masih tinggi pada Rabu (4/3/2026) siang. Tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) karena libur akibat banjir.
Sedangkan di SD Negeri Cawas 3, kegiatan belajar mengajar (KBM) diliburkan karena guru-guru melaksanakan kerja bakti bersih-bersih ruang kelas, kantor, teras dan halaman yang kebanjiran. "Tadi banjirnya sampai sini, Pak (salah seorang guru menunjukkan lututnya). Tapi sekarang sudah berangsur-surut. Sekolah diliburkan," kata salah seorang guru kepada koranbernas.id.
Guru-guru SD Negeri Cawas 3 kerja bakti bersih-bersih sekolah akibat banjir. (masalgurusinga/koranbernas.id).
Guru tersebut menambahkan bahwa perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten juga sudah meninjau sekolah di Kecamatan Cawas yang terdampak banjir. "Tadi Infonya ada 6 atau 8 sekolah yang diliburkan karena kebanjiran, di antaranya SD Negeri Plosowangi 2 dan sekolah kami ini (SD Negeri Cawas 3). Lha, banjirnya saja sampai naik, Pak," ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Titin Windiyarsih, menyatakan benar ada satu sekolah yang diliburkan karena kebanjiran. Sekolah tersebut adalah SD Negeri Plosowangi 2.
Selain sekolah, aktivitas pedagang di Pasar Masaran Cawas juga berhenti karena hampir semua pedagang tidak berjualan. Berbeda dengan pedagang yang memilih libur, pengelola pasar tetap beraktivitas di kantor lantai 2 Pasar Masaran. Hanya saja, kegiatan penarikan retribusi tidak ada karena tidak ada pedagang.
"Karyawan tetap masuk, tapi pasar berhenti aktivitas," kata pengelola Pasar Masaran Cawas, Suseno.
Senada diungkapkan Kepala UPTD Pasar wilayah Cawas, Pedan, Karangdowo, Bayat dan Trucuk, Aris Muwardi. Menurutnya, akibat tidak adanya pedagang yang berjualan, praktis pendapatan juga tidak ada.
Pengamatan di lapangan: semua akses jalan ke Pasar Masaran Cawas tergenang air. Baik jalan raya di depan pasar maupun jalan kampung di sekitar pasar. Meski genangan air masih cukup tinggi hingga Rabu (4/3/2026) siang, namun beberapa pengguna jalan terlihat nekat lewat. (*)
Masal Gurusinga
