Ayam Elba Jadi Peluang Usaha Baru bagi Penyandang Disabilitas di Bambanglipuro

Ayam Elba Jadi Peluang Usaha Baru bagi Penyandang Disabilitas di Bambanglipuro
Penyandang disabilitas yang tergabung dalam Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (Hidimu) Bambanglipuro mengikuti pelatihan budidaya ayam Elba yang diselenggarakan KSPPS BMT Artha Amanah Sanden. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL – Penyandang disabilitas di Bambanglipuro, Bantul, mendapat bekal keterampilan budidaya ayam Elba sebagai alternatif usaha untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Pelatihan yang digelar KSPPS BMT Artha Amanah Sanden melalui Divisi Sosial Kantor Layanan Lazismu BMT Artha Amanah Sanden itu dinilai menawarkan usaha yang mudah dijalankan karena tidak membutuhkan lahan luas maupun mobilitas tinggi.

Pelatihan berlangsung di Gedung PCM Bambanglipuro, Kamis (25/6/2026), dengan menghadirkan peternak ayam Elba asal Wuluhadeg, Kalurahan Srigading, Sanden, Ernawati.

Ernawati menjelaskan, ayam Elba merupakan ayam kampung unggul hasil introduksi jenis Buff Leghorn yang mampu menghasilkan sekitar 280–300 butir telur per tahun. Ayam mulai bertelur pada usia 4,5 hingga 5 bulan dan biasanya diafkir saat berumur 2 hingga 2,5 tahun.

"Perawatannya mudah dan bisa dilakukan di rumah dengan lahan yang tidak luas. Mobilitasnya juga tidak banyak sehingga cocok bagi penyandang disabilitas," ujarnya di sela acara.

Ketua Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (Hidimu) Bambanglipuro, Tusinem, mengatakan organisasinya memiliki sekitar 50 anggota, namun hanya separuh yang aktif karena keterbatasan mobilitas.

Menurutnya, budidaya ayam Elba berpeluang menjadi sumber penghasilan baru karena dapat dikelola dari rumah. Selama ini anggota Hidimu bekerja sebagai pemijat tunanetra, pembuat jamu, telur asin, hingga abon.

"Harapan kami pemerintah, swasta, maupun organisasi dapat membantu pemasaran produk anggota Hidimu karena pemasaran masih menjadi kendala," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Layanan Lazismu BMT Artha Amanah Sanden, M. Farid Hadianto, SE, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pilar ekonomi Lazismu yang bertujuan membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan praktis untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

"Pelatihan ini diharapkan membuka wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan peluang usaha yang ramah dan dapat dijalankan secara mandiri," tutupnya.

Ia berharap bekal tersebut mampu memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas sekaligus mendorong partisipasi mereka dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.