Anggota DPD RI Syauqi Soeratno Ajak Masyarakat Membangun Kebersamaan

Pancasila adalah ikatan yang mempersatukan masyarakat Indonesia menjadi satu kesatuan.

Anggota DPD RI Syauqi Soeratno Ajak Masyarakat Membangun Kebersamaan
Anggota DPD RI Perwakilan DIY Ahmad Syauqi Soeratno saat sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara, Minggu (8/2/2026), di Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Perwakilan DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, mengajak masyarakat untuk senantiasa membangun kebersamaan.

“Menjadi bagian dari masyarakat berarti menuntut seseorang untuk bisa hidup bersama dalam suatu komunitas masyarakat. Seseorang harus mampu hidup berdampingan di tengah-tengah keberagaman tanpa membeda-bedakan latar belakang,” ujarnya saat menggelar sosialisasi 4 pilar berbangsa dan bernegara MPR RI, Minggu (8/2/2026), di Ruang Pertemuan Restoran Sego Welut Sleman.

Syauqi mengingatkan para peserta yang hadir agar selalu mengedepankan sikap tenggang rasa dan musyawarah mufakat pada setiap lini kehidupan. “Dalam berinteraksi sosial, seseorang wajib menghargai pendapat dan menjunjung tinggi nilai persatuan,” katanya.

Menurut Syauqi, Pancasila adalah ikatan yang mempersatukan masyarakat Indonesia menjadi satu kesatuan. Apabila ikatan tersebut tercerai berai akibat sikap ingin menang sendiri dan mengedepankan ego pribadi, maka visi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sulit tercapai.

Peserta sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara yang digelar anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno mendengarkan penjelasan. (istimewa)

“Cita-cita yang terkandung pada sila kelima Pancasila dapat tercapai apabila kita mau untuk terus menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam keempat sila awal Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,” tambah Syauqi.

Dia mengimbau masyarakat agar jangan mudah tergoda dengan paham-paham baru yang datang dari luar. Tidak semua hal yang berasal dari luar baik untuk diterapkan. Ada baiknya semua itu disaring kembali dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.

“Tugas kita mengembalikan Pancasila seperti yang dicita-citakan para pendahulu dengan nilai-nilai agama dalam sila pertama yang menjadi dasar bagi sila yang lain dan sila kelima sebagai tujuan dalam hidup berbangsa dan bernegara,” tandasnya. (*)