Anemia di Kalangan Remaja Putri di Klaten Tinggi, Dinkes Ungkap Penyebabnya
Anemia bukan karena gizi yang menurun atau ekonomi yang turun.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Angka anemia atau kekurangan zat sel darah merah di kalangan remaja putri di Kabupaten Klaten cukup tinggi. Pada tahun 2025, tercatat 31 persen. Namun, yang dilakukan pemeriksaan belum seluruhnya sehingga bisa saja mengakibatkan persentasenya tinggi.
Terkait hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat mengadakan program pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dimaksimalkan.
"Kita (Dinas Kesehatan) akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan ke sekolah-sekolah. Melakukan sosialisasi tentang pentingnya kembali makan sayur dan buah kepada remaja. Gizi seimbang juga terus kita kampanyekan," kata dr Anggit Budiarto, Kepala Dinas Kesehatan Klaten, di kantornya, Senin (27/1/2026).
Selain mengungkap penyebab anemia, Anggit juga menyatakan pihaknya akan melakukan pengawalan untuk memastikan tablet tambah darah betul-betul terkonsumsi oleh remaja.
Lupa mengkonsumsi
"Kadang-kadang remaja kita lupa mengkonsumsi meski sudah dikasih tablet tambah darah. Harapannya remaja kita bisa dikondisikan agar tidak kurang darah," ujarnya.
Harapannya pula, ketika remaja sudah dewasa dan masuk jenjang pernikahan menyongsong kehamilan senantiasa dalam keadaan sehat. Dan, potensi atau faktor yang salah satunya penyebab stunting bisa dicegah.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada musyawarah kerja PMI Kabupaten Klaten di Hotel Grand Tjokro, Rabu (21/1/2026), menyampaikan keprihatinannya atas tren meningkatnya angka anemia di kalangan remaja putri.
Menurutnya, anemia bukan karena gizi yang menurun atau ekonomi yang turun. Melainkan karena makannya yang ngawur. "Jajannya macam-macam. Nah, ini yang kemudian kita lakukan sosialisasi agar ke depan anak-anak remaja putri terselamatkan dari anemia," kata bupati. (*)
Masal Gurusinga
