Jumat, 04 Des 2020,


sarana-cuci-tangan-di-tempat-publik-tanpa-sabunPengunjung Alun-alun Kebumen mencuci tangan tanpa sabun. (nanang w hartono/koranbernas.id)


Nanang W Hartono

Sarana Cuci Tangan di Tempat Publik Tanpa Sabun


SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Sarana cuci tangan di tempat umum sering tanpa disertai sabun, sehingga tidak memenuhi syarat sebagaimana protokol kesehatan yang ditentukan Satgas Penanganan Covid-19.

Salah satu fasilitas cuci tangan tanpa sabun ditemukan di sisi utara Alun-alun Kebumen tepatnya depan pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen, Minggu (22/11/2020).


Baca Lainnya :

    Sarana itu dilengkapi petunjuk mencuci tangan sesuai ketentuan World Health Organization (WHO), di antaranya menggunakan sabun.

    Rohmah, warga Kebumen yang hampir setiap hari melihat sarana cuci tangan yang disediakan Satgas Covid-19 Kebumen itu, kepada koranbernas.id mengungkapkan sabun sudah tidak tampak di tempat tersebut lebih dari sepekan. Pernah air di dalam torn terlambat diisi petugas.


    Baca Lainnya :

      Harapan agar sarana cuci tangan lebih diperhatikan, juga diungkapkan Pambudi Wibowo warga Kecamatan Kebumen. Dia menilai, sarana yang sudah ada sekarang ini selain jumlahnya kurang, juga perlu sering diperhatikan ketersediaan sabun.

      Menurutnya, sarana cuci tangan yang digunakan untuk kepentingan pengguna Alun-alun Kebumen selain terlambat diisi sabun, juga perlu ditambah jumlahnya. Dengan begitu, pengguna yang berada di area lain mudah mencari sarana protokol kesehatan.

      “Saya melihat kesadaran masyarakat yang berada di alun-alun memakai masker sudah bagus,” kata Pambudi. Protokol kesehatan mencuci tangan dengan air mengalir itu tidak memenuhi syarat protokol kesehatan, karena tidak tersedia sabun.

      Pelaksana Tugas Pelaksana Harian Ketua BPBD Kebumen/Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen, Teguh Kristianto ST MT, saat dikonfirmasi koranbernas.id menjelaskan, petugas rutin memantau sarana cuci tangan.

      Tidak tersedianya sabun karena warga yang membutuhkan semakin banyak, kemungkinan ada orang yang sengaja membawa tempat sabun.

      “Ada yang suka memanfaatkan sabun dan rajin ngambil. Kalau memang masyarakat  sekitar tidak bisa bantu jaga, akan kami tarik saja,” kata Teguh Kristianto melalui pesan singkat. (*)



      SHARE
      '

      BERITA TERKAIT

      Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

      Tulis Komentar disini