Zico dan Fina Terpilih sebagai Dimas Diajeng Bantul 2025
Ini sebagai puncak seleksi putra-putri terbaik Bantul yang akan menjadi duta budaya, pariwisata dan generasi muda inspiratif.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sebanyak 15 pasang atau 30 peserta tampil pada Grand Final Pemilihan Dimas Diajeng Bantul 2025 di Pendopo Parasamya, Kamis (11/9/2025) malam.
Mereka tampil penuh percaya diri di hadapan juri yang diketuai Ike Janita Dewi Ph D dan anggota Daruni M Hum, Arif Nurcahyo MA serta Martha Sasongko. Adapun juri kehormatan Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta MM, Ketua TP PKK Bantul Emi Masruroh Halim M Pd serta Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi MSi.
Para finalis menampilkan tari kreasi sebagai pembuka malam grand final dengan busana keprajuritan. Selanjutnya mereka berganti busana tradisional dan tampil secara bergiliran di depan dewan juri dan ratusan penonton yang memadati lokasi acara.
Dari 15 pasang kemudian mengerucut menjadi 5 pasang atau 10 finalis dan harus menjawab pertanyaan dari para dewan juri terkait Kabupaten Bantul, potensi pariwisata, seni dan budaya serta pandangan mereka ke depan.
Terpilih pemenang
Setelah diakumulasi dengan penilaian selama proses menuju final, terpilih sebagai pemenang adalah Dimas Zico dari Kapanewon Bantul dan Diajeng Fina dari Kapanewon Sewon. Juara 2 Dimas Aldo (Sewon) dan Diajeng Nawang (Sedayu). Untuk juara 3 Dimas David (Banguntapan) dan Diajeng Amel (Jetis).
"Sektor pariwisata merupakan salah satu lokomotif perekonomian Kabupaten Bantul. Pengembangan pariwisata termasuk sektor-sektor pendukungnya harus terus dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bantul," kata Bupati Abdul Halim Muslih.
"Tadi saya sudah mendengar apa yang disampaikan anak muda di Bantul yang tampil dalam grand final ini terkait pandangan mereka dalam rangka mengembangkan pariwisata ke depan. Tentu sebuah hal yang membanggakan karena generasi muda juga turut andil dan peduli terhadap pengembangan pariwisata dan mereka semua nanti akan menjadi Duta Wisata Bantul," lanjut bupati.
Sedangkan Saryadi dalam sambutanya menyampaikan ada 74 peserta terdiri 37 Dimas dan 37 Diajeng yang masuk seleksi awal. Selanjutnya dipilih 15 pasang yang ikut grand final.
Duta pariwisata
“Ini sebagai puncak seleksi putra-putri terbaik Bantul yang akan menjadi duta budaya, pariwisata dan generasi muda inspiratif Kabupaten Bantul," kata Saryadi.
Tahun ini Grand Final mengusung tema Setya ing Budi, Wicaksana ing Bumi, lan Gumregah ing Projotamansari. ”Tema ini memiliki makna mendalam. Setya ing Budi artinya kesetiaan dalam hati dan pikiran untuk menjunjung nilai luhur, budaya serta karakter masyarakat Bantul.
Wicaksana ing Bumi artinya kebijaksanaan mengelola tanah, alam dan sumber daya Bantul demi keberlanjutan masa depan. Serta Gumregah ing Projotamansari yakni semangat bergerak, bangkit dan berkarya dari generasi muda di bumi Projotamansari, sebutan daerah Bantul yang sarat sejarah dan identitas.
Dimas Arifin selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Bantul (IKDW) mengatakan tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-13 kali atau sudah ada 13 angkatan. Total IKDW memiliki 400-an anggota.
Sariyati Wijaya
