Uji Coba Varietas Padi Bridantara 8 di Bantul, Hasilnya Melimpah

Bridantara 8 merupakan padi hibrida sehingga harga bibitnya lebih mahal.

Uji Coba Varietas Padi Bridantara 8 di Bantul, Hasilnya Melimpah
Panen padi varietas Bridantara 8 di lahan demplot Dusun Krajan Poncosari Srandakan Bantul, Sabtu (30/5/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) melakukan kerja sama dengan petani melakukan uji coba varietas padi Bridantara 8. Untuk Kabupaten Bantul, lahan demplot di Dusun Krajan Poncosari Srandakan dan Ngabean Triharjo Pandak, panen dilakukan Sabtu (30/5/2026).  Hasilnya melimpah. Berdasarkan hitungan mencapai 11,3 ton bahkan ada yang 11,6 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar.

‎Ketua Umum Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN), Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo SIP, berharap panen ini jangan hanya sampai demplot saja namun terus dikembangkan dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Selain di Bantul, uji coba juga telah dilakukan di Klaten, Sukoharjo dan Bali. Hanya saja untuk Bali produktivitas hanya 9,5 ton karena ada kendala irigasi.

"Padi ini selain hasilnya lebih banyak karena satu grumbul ada 383 (bulir) dengan pembanding yang lain 280-an, juga tahan terhadap hama. Bila ke depan masyarakat atau petani membutuhkan bibit Bridantara 8 untuk ditanam di Bantul, dipastikan ketersedian bibit mencukupi. Tetapi padi Bridantara 8 ini merupakan padi hibrida sehingga harga bibitnya lebih mahal dibandingkan bibit padi non hibrida,” katanya.

Contoh nyata

‎‎Sementara Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih mengatakan panen varietas Bridantara 8 ini jauh melampaui hasil panen di Bantul yang rata-rata 8 ton GKP per hektar. "Sebuah rekor,” kata bupati. Ini adalah contoh nyata teknologi budi daya pertanian bisa dipercaya meningkatkan produktivitas.

Pertanian, lanjut bupati, adalah urusan terbuka untuk dilakukan rekayasa atau perubahan berdasar penelitian yang ada. Petani juga harus selalu terbuka jangan mandek atau tertutup dengan kemajuan teknologi.

"Dulu lahan pertanian kita pada angka 30 ribu hektar, kini 14 ribu hektar. Namun produktivitas panenan banyak sekarang dibanding dulu," katanya. Saat ini surplus padi di Bantul 70 ribu ton. Jika produktivitas naik lagi maka surplus juga akan bertambah. Panen demplot padi Bridantara 8 diawali doa dan wiwitan. Kemudian panen dan makan bersama sega wiwit.

Tampak hadir Komandan Kodim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi SE M Han, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo. Sementara dari YSPN yakni Yuni Asri Srinarja, Dr Ir Hendra Susanto ST M Eng MH, Letjen TNI (Pur) Dr Yoedhi Swastanto MBA, Laksda TNI (Purn) Dr Surya Wiranto SH MH, Marsda TNI (Purn) Dr Syamsunasir S Sos MM CFrA CPM, Dra Endang Sulastri MM, Darmawan dan Zhang. Juga hadir para anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari dua kalurahan. (*)