SMPN 1 Bantul Memperingati HUT ke-70, Tari Kolosal Dipentaskan
Bupati berpesan kepada generasi penerus di SMP Negeri 1 Bantul jangan ikut-ikutan rombongan tidak jelas atau kelompok yang merugikan.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih menjadi inspektur upacara (Irup) dalam rangka memperingati HUT ke-70 SMP Negeri 1 Bantul atau lustrum ke-14, Jumat (1/8/2025).
Tampak hadir Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta MM, Kepala Dinas Dikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto S Sos, Anggota DPRD Bantul H Yasmuri M Pdi, perwakilan alumni, para purna kepala sekolah, Plt Kepala SMPN 1 Bantul, Kusmiyati M Pd dan jajaran serta para siswa.
Usai upacara dilanjutkan pemotongan tumpeng, pelepasan balon warna warni oleh semua tamu dan para siswa, pertunjukan Fatamorgana Band yang menyanyikan lagu berjudul Kota Bantul.
Tak ketinggalan, tari kolosal berjudul Dewi Sri Angruwat Bumi juga dipentaskan. Tarian ini menceritakan kisah Dewi Sri menjaga tanaman padi dengan berbagai hambatan. Tarian dibawakan 40 siswa dari sekolah tersebut.
Peringatan HUT ke-70 SMP Negeri 1 Bantul dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan balon, Jumat (1/8/2025). (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Bupati Abdul Halim Muslih mengatakan sekolah ini secara konsisten turut mencerdaskan anak agar jadi generasi unggul, berprestasi dan berakhlak mulia.
"Sejak didirikan 70 tahun lalu sekolah ini jadi pilar utama pembangunan SDM. Ribuan alumni lulus dari sekolah dan kini tersebar di berbagai bidang yang berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Hingga usia saat ini sudah mencatat dan menorehkan banyak prestasi. Tentu saja hasil perjuangan dan kerja keras semua komponen SMPN 1 Bantul," katanya.
Bupati berpesan kepada para generasi penerus di SMP Negeri 1 Bantul agar jangan ikut-ikutan rombongan tidak jelas atau kelompok yang bisa merugikan. "Jangan ikut tawuran, narkoba maupun judi online yang saat ini jadi tantangan kita bersama," katanya.
Sementara itu Kusmiyati menjelaskan di sekolah yang memiliki 960 siswa tersebut, dalam rangka HUT ke 70 melaksanakan berbagai acara. Ada lomba antarkelas untuk meningkatkan prestasi siswa, ziarah makam pendiri, lomba solo vokal untuk siswa SD, jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis,pentas budaya dan wayang yang dilaksanakan Sabtu (2/8/2025) malam.
Langit harapan
Adapun tema HUT tahun ini adalah 70 tahun pengabdian menuju langit harapan. Ini juga dimaknai sejak didirikan sudah meluluskan 15.073 alumni yang tersebar di berbagai bidang.
"Kita dalam kegiatan ini juga ada pertunjukan seni. Misalnya tarian agar anak tidak hanya mengenal budaya asing tetapi juga mengenal budaya sendiri," katanya.
Menurut dia, sekolah menekankan pentingnya pembentukan karakter anak didik sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Dalam upacara dibacakan sejarah berdirinya SMP Negeri 1 Bantul. Sepuluh tahun setelah Republik Indonesia merdeka perjuangan bangsa Indonesia terus berlanjut. Di samping tekad mempertahankan kemerdekaan yang didasari oleh jiwa persatuan dan kesatuan yang tinggi, bangsa Indonesia bergerak pula melawan kebodohan.
Sejumlah tokoh
Masyarakat Bantul tidak mau ketinggalan. Diawali tahun 1955, sejumlah tokoh bersama Pemerintah Kabupaten Bantul yang saat itu dipimpin Bupati KRT Purwodiningrat ingin mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Bupati Bantul KRT Purwodiningrat kemudian menyusun panitia pendiri sekolah, terdiri KRT Purwodiningrat, KRT Brotoningrat, KRT Dirdjoningrat dan Prodjokastowo.
Panitia memperoleh dukungan dari berbagai pihak dan berhasil mendirikan SMP Negeri Bantul. Hal ini dinyatakan dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 21 Juli 1955, nomor: 3705/B/III. Isi surat tersebut Kabupaten Bantul diberi hak mendirikan SMP Negeri.
Aktivitas sekolah dimulai 1 Agustus 1955 dipimpin Kepala Sekolah pertama B R Murdani Hadiatmodjo dengan dibantu sembilan guru. Bidang administrasi ketatausahaan dikerjakan oleh Widyosumulyo sebagai Kepala Tata Usaha bersama dua orang tenaga administrasi dan seorang pesuruh yaitu Martodinomo.
Dua kelas
Tahun pelajaran 1955/1956 sebagai tahun pelajaran pertama SMP Negeri Bantul dengan membuka dua kelas. Kegiatan belajar mengajar dimulai 1 Agustus 1955, maka tanggal itulah ditetapkan sebagai hari jadi SMP Negeri Bantul yang sekarang bernama SMP Negeri 1 Bantul.
Tugas Panitia Pendiri SMP Negeri Bantul belum selesai. Sekolah yang baru berjalan itu belum memiliki gedung tempat belajar mengajar. Atas kebijakan Bupati Bantul KRT Purwodiningrat untuk sementara waktu kegiatan sekolah diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Bantul.
Setelah menempati pendapa selama tiga bulan, SMP Negeri Bantul memindahkan kegiatan belajar mengajarnya di rumah Hardjodarminto di kampung Kurahan. Pemindahan dilaksanakan karena pendapa kabupaten sering digunakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten untuk berbagai keperluan.
Seiring perjalanan waktu SMP Negeri Bantul semakin berkembang dan telah memiliki kelas I, II dan III. Jumlah kelas ditambah dengan menempati rumah H Abdul Malik di Kampung Badegan.
Ultimatum
Dengan penuh suka duka melalui liku-liku yang tidak mulus, sudah berjalan hingga lima tahun sekolah belum memiliki gedung sendiri. SMP Negeri Bantul dikejutkan adanya ultimatum dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia yang isinya, apabila SMP Negeri Bantul tidak dapat mengusahakan gedung, maka sekolah akan ditutup dan izinnya dicabut.
Berkat bantuan dari masyarakat Bantul dan sekitarnya melalui Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) kegiatan sekolah semakin maju dan berkembang. Sekolah mampu membangun kelas-kelas baru dan sarana prasarana lain sesuai kebutuhan.
SMP Negeri Bantul yang kini bernama SMP Negeri 1 Bantul dalam statusnya sebagai sekolah formal bertipe A semakin banyak mendapat kepercayaan dari pemerintah maupun masyarakat.
Hingga usianya ke-70 sudah dipimpin 16 kepala sekolah, berturut-turut kepala sekolah pertama R Murdani Hadiatmojo dilanjutkan Drs Wuwondo Dwiatmojo, Soegiarno BA, Drs Suyadi, Drs Iswandi Wirjodihardjo, Suwandi B Sc, R Supangat Hadi, Tukijo BA, Ngadiman, Drs Supriyanto, Bambang Edi Sulistiya M Pd, Denok Widarti MPd MA, H Yasmuri S M PdI, Tri Kartika Rina M Pd, Heri Prasetya M Pd dan saat ini Kusmiyati M Pd. (*)
Sariyati Wijaya
