Puncak Acara 50 Tahun SMAN 2 Bantul Ditandai Tanam Pohon Tin dan Zaitun

Saya dapat laporan rata-rata siswa SMA 2 Bantul bangun pukul 04:20.

Puncak Acara 50 Tahun SMAN 2 Bantul Ditandai Tanam Pohon Tin dan Zaitun
Penanaman pohon tin dan zaitun menandai puncak Lustrum ke-10 SMA Negeri 2 Bantul, Senin (2/2/2026). (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Pohon buah Tin (Ficus Carica L) dan pohon Zaitun ditanam saat puncak acara Lustrum ke-10 atau ulang tahun ke-50 SMA Negeri 2 Bantul, Senin (2/2/2026).

Pohon tin itu ditanam oleh kepala sekolah Isti Fatimah MPd di depan Masjid Al Falaq yang baru diresmikan Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta MM pada Jumat (30/1/2026) malam silam.

Tin dijuluki buah surga karena disebutkan dalam Al Quran (Surah At-Tin: 1) sebagai simbol keberkahan dan bernilai religius tinggi. Buah ini kaya nutrisi (serat, kalsium, potassium) serta bermanfaat menjaga kesehatan pencernaan, tulang, jantung dan membantu menurunkan tekanan darah dan gula darah.

Sementara pohon zaitun ditanam oleh Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Bantul Ismunardi M Pd. Sebelum penanaman dilaksanakan upacara bendera dengan Inspektur Upacara (Irup) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta, Suhirman MPd.

Potong tumpeng Lustrum ke-10 SMA Negeri 2 Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Acara dilanjutkan pemotongan tumpeng, pelepasan balon udara diikuti peserta upacara, pengumuman dan pembagian hadiah lomba, pembukaan pameran kokurikuler dan pentas ansambel musik.

Isti Fatimah mengatakan dalam rangka Lustrum ke-10 dilaksanakan rangkaian kegiatan yakni Smadaba University Fair yang diikuti perguruan tinggi se-Indonesia pada 10 dan 11 Januari 2026 di sekolah.

Kemudian, penghijauan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalurahan Sriharjo Imogiri, anjangsana dan silaturahmi ke purnakarya serta lomba literasi aksara Jawa, ansambel musik serta proposal penelitian untuk siswa SMP sederajat tingkat DIY 24 Januari 2026 serta peresmian dan pengajian akbar pada Jumat (30/1/2026) malam.

"Dalam lomba yang kami laksanakan peserta juga antusias," kata Isti. Lomba literasi aksara Jawa ada 89 peserta, proposal penelitian 146 peserta dan ansambel musik enam kelompok," kata Isti.

Pelepasan balon udara dalam rangka Lustrum ke-10 SMA Negeri 2 Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Hingga Lustrum ke-10, lanjutnya, banyak torehan prestasi yang telah diperoleh. Pada 2025 ada sebelas prestasi di antaranya Jogja Smart School. Ini adalah  inisiatif berbasis teknologi informasi (TIK) yang dikembangkan oleh Balai Tekkomdik DIY untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini mengintegrasikan sistem pembelajaran, presensi digital dan manajemen sekolah secara real-time. SMAN 2 Bantul menjadi salah satu contoh sukses, meraih penghargaan berturut-turut pada 2024-2025 karena efisiensi layanan digitalnya.

Sementara Suhirman mengingatkan tentang pendidikan karakter salah satunya adalah dengan tujuh kebiasaan anak hebat. Gerakan ini mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, rajin belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.

"Saya dapat laporan rata-rata siswa SMA 2 Bantul bangun pukul 04:20. Apa itu betul?" tanya Suhirman yang dijawab serempak siswa dengan betul.

Salat berjamaah

Kemudian dilanjutkan ibadah. Pelajar yang beragama Islam banyak yang salat berjamaah ke masjid. Waktu belajar rata-rata siswa SMAN 2 Bantul (Smadaba) adalah tiga jam dan istirahat cukup. Siswa Smadaba tidak tidur di atas pukul 23:00.

Gerakan ini didukung pula oleh kearifan lokal seperti ngajeni (menghormati) di Bantul yang bertujuan menciptakan generasi emas yang tangguh. (*)