SMK CBH Yogyakarta Siapkan Lulusan Caregiver ke Jepang
Tidak hanya keterampilan keperawatan, tetapi juga penguasaan bahasa dan budaya Jepang.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Sekolah kesehatan SMK Cipta Bhakti Husada (CBH) Yogyakarta terus membuka peluang kerja internasional bagi para siswanya. Pada usia ke-15 tahun, sekolah yang berada di kawasan Lowanu ini mulai berorientasi global dengan menyiapkan lulusan yang mampu bekerja sebagai caregiver atau perawat lansia di Jepang.
Momentum tersebut disampaikan dalam perayaan Dies Natalis ke-15 sekolah dengan tema Beyond Champion Divine Excellent yang digelar Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menyampaikan peluang kerja di sektor perawatan lansia di Jepang kini menjadi salah satu fokus pengembangan lulusan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK CBH, Nurhayani, menjelaskan kebutuhan tenaga caregiver di Jepang cukup besar. Kesempatan ini kemudian ditangkap sekolah dengan mempersiapkan kompetensi siswa tidak hanya pada keterampilan keperawatan, tetapi juga penguasaan bahasa dan budaya Jepang.
“Tahun lalu sudah ada tujuh alumni yang berhasil berangkat ke Jepang. Tahun ini proses wawancara dengan mitra di Jepang juga masih terus berjalan,” ujarnya.
Syarat utama
Menurut Nurhayani, penguasaan bahasa Jepang menjadi salah satu syarat utama bagi siswa yang ingin bekerja di negeri tersebut. Karena itu, sekolah memasukkan pembelajaran bahasa Jepang ke dalam kurikulum reguler.
Para siswa dibekali kemampuan bahasa Jepang hingga level N5 sampai N4. Selain bahasa, siswa juga dikenalkan dengan budaya kerja dan kehidupan masyarakat Jepang agar mampu beradaptasi ketika bekerja di sana.
“Kompetensi keperawatan itu dasar, tetapi bahasa dan budaya adalah kunci untuk bertahan di Jepang. Nasionalisme mereka sangat tinggi, jadi kemampuan bahasa menjadi syarat utama,” jelasnya.
Selain menyiapkan lulusan untuk bekerja di luar negeri, SMK CBH juga mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis praktik melalui rencana pembukaan daycare lansia. Program ini merupakan bagian dari pengembangan sekolah sebagai SMK Pusat Keunggulan.
Sarana praktik
Konsep daycare lansia dirancang sebagai tempat aktivitas bagi para lanjut usia pada siang hari. Para lansia akan diantar keluarga pada pagi hari untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti senam, bernyanyi hingga aktivitas sosial bersama siswa.
Program ini sekaligus menjadi sarana praktik langsung bagi siswa untuk melatih keterampilan merawat lansia dalam situasi nyata. “Kami ingin menghadirkan tempat bagi lansia agar tetap aktif dan bahagia, sekaligus menjadi laboratorium praktik bagi siswa kami,” kata Nurhayani.
Kepala SMK Cipta Bhakti Husada Yogyakarta, Wijayanta, mengatakan peringatan 15 tahun sekolah ini menjadi momentum untuk terus memperkuat kualitas pendidikan. Dia berharap para siswa tidak hanya memiliki kompetensi medis, tetapi juga etos kerja dan nilai-nilai moral yang kuat ketika terjun ke dunia kerja.
“Jadikan momentum ini sebagai energi untuk terus mengabdi. Di samping kompetensi medis, etos kerja dan iman tetap menjadi modal utama di dunia kerja,” ujarnya.
Perayaan Dies Natalis ke-15 tersebut ditutup dengan berbagai penampilan seni dari para siswa, menegaskan selain dibekali keterampilan kesehatan, para siswa juga tetap didorong untuk mengembangkan kreativitas dan karakter. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
