Selama Tiga Hari Para Dosen UMBY Mengikuti Lokakarya Matematika

Kegiatan ini merupakan implementasi hibah Program Kompetisi Kampus Berdampak (PKKB) yang diperoleh Prodi Pendidikan Matematika UMBY.

Selama Tiga Hari Para Dosen UMBY Mengikuti Lokakarya Matematika
Peserta Lokakarya Pembelajaran Matematika yang digelar Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMBY. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Selama tiga hari berturut-turut, 12-14 Agustus 2025, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses menyelenggarakan Lokakarya Pembelajaran Matematika.

Lokakarya kali ini mengangkat tiga tema utama yakni Pembelajaran Diferensiasi, Pembelajaran Mendalam dan Teknologi Pembelajaran. Kepala Humas UMBY Widarta MM, Jumat (15/8/2025), melalui siaran pers menjelaskan lokakarya berlangsung di Hotel Kimaya Sudirman Yogyakarta dengan narasumber ahli di bidangnya.

Kegiatan ini merupakan implementasi hibah Program Kompetisi Kampus Berdampak (PKKB) yang diperoleh Prodi Pendidikan Matematika UMBY. Hibah PKKB adalah program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang mendukung perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, relevansi kurikulum, serta kontribusi nyata pada masyarakat.

Prodi Pendidikan Matematika UMBY meraih hibah ini dua tahun berturut-turut sebagai kelanjutan dari hibah PKKM pada 2023. "Lokakarya diikuti seluruh dosen Prodi Pendidikan Matematika serta perwakilan dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan dan Konseling dan Ilmu Keolahragaan FKIP UMBY," kata Widarta.

Penyerahan sertifikat kepada peserta Lokakarya Pembelajaran Matematika. (istimewa)

Keikutsertaan peserta lintas prodi diharapkan dapat memperkaya perspektif dan mendorong kolaborasi antar-bidang ilmu dalam pengembangan pembelajaran.

Pada sesi pembukaan, Selasa (12/8/2205), langsung diisi dengan Lokakarya Pembelajaran Diferensiasi bersama Dr Iqbal Kharisudin selaku dosen Universitas Negeri Semarang.

Iqbal menjelaskan secara komprehensif konsep pembelajaran diferensiasi yang menyesuaikan strategi, konten dan proses belajar sesuai kebutuhan siswa. Melalui contoh-contoh konkret di kelas, Iqbal menegaskan diferensiasi bukan sekadar metode, tetapi paradigma mengajar yang memandang setiap siswa memiliki potensi unik.

Berlanjut Rabu (/8/2025), Lokakarya Pembelajaran Mendalam dipandu oleh Dr Danuri dari Universitas PGRI Yogyakarta. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan proyek untuk diolah secara kolaboratif.

Pengalaman belajar

Melalui pendekatan ini, peserta merasakan langsung pengalaman belajar mendalam yang menuntut pemahaman konseptual, analisis kritis dan penerapan nyata di kelas.

Hari terakhir, Kamis (14/8/2025), Lokakarya Teknologi Pembelajaran diisi Dr Dafid Slamet Setiana  dari Universitas Negeri Yogyakarta. Dafid mengajak peserta mengeksplorasi ragam teknologi terkini yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika, mulai dari learning management system hingga aplikasi interaktif dan kecerdasan buatan untuk mendukung asesmen pembelajaran.

Para narasumber menyampaikan apresiasi tinggi kepada Prodi Pendidikan Matematika UMBY. “Saya melihat keseriusan prodi mengembangkan kapasitas dosen dan memperkaya metode pembelajaran. Kegiatan ini penting untuk memastikan pembelajaran matematika menjadi relevan dan berdampak,” ujar Iqbal.

Peserta lokakarya pun memperoleh wawasan baru. “Kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi langsung mempraktikkan konsepnya, sehingga bisa segera diterapkan di kelas,” ungkap Agustinus Hary Setiawan MA, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus Wakil Dekan FKIP UMBY.

Jangka panjang

Ketua Prodi Pendidikan Matematika UMBY, Nafida Hetty Marhaeni M Pd, menegaskan lokakarya ini akan memberi dampak jangka panjang.

“Dengan pemahaman pembelajaran diferensiasi, pembelajaran mendalam, dan teknologi pembelajaran, kami yakin proses belajar mengajar akan lebih adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa, sekaligus berdampak pada masyarakat,” katanya.

Dengan selesainya kegiatan ini, Prodi Pendidikan Matematika UMBY optimis kompetensi dosen akan semakin kuat, pembelajaran matematika semakin inovatif, dan kontribusi terhadap pendidikan nasional semakin nyata. (*)