Rabu, 27 Okt 2021,


upnvy-dampingi-perajin-bakpia-gunungkidulProgram pendampingan UMKM bakpia yang dilaksanakan UPNVY. (istimewa)


Yvesta Putu Ayu Palupi
UPNVY Dampingi Perajin Bakpia Gunungkidul

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Meski program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum dilaksanakan, UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) masih aktif memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat. Di antaranya mengadakan program Pengabdian bagi Masyarakat (PbM) terdampak pandemi Covid-19.


Pendampingan dilaksanakan bagi perajin bakpia di Gunungkidul. Kampus tersebut menggandeng Pemkab Gunungkidul.

  • Peneliti dari Berbagai Negara Gelar Pertemuan di Yogyakarta
  • Login Kartu Akses KSEI Terbanyak Pecahkan Rekor MURI

  • Kepala LPPM UPNVY, Hendro Widjanarko, menyampaikan setiap tahun kampus ini menyediakan dana bagi dosen untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat. Diharapkan program tersebut bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat.

    “Kita memberikan kesempatan kepada dosen untuk melaksanakan PbM," ujarnya  kepada koranbernas.id, Senin (23/8/2021).

  • Masih Ada Kos-kosan Seharga Rp 50 Ribu di Rusia
  • Jogja Pelopor Tanda Tangan Digital

  • Anggota tim PbM UPNVY, Tri Wibawa, mengungkapkan mereka memanfaatkan sumber dana dari kampus untuk program PbM kali ini. Bersama Humam Santosa Utomo, dosen juga menggandeng mitra UMKM Bakpia 5758 di Bedalo, Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul.

    “Pendampingan dilaksanakan bersama mahasiswa selama enam bulan mulai Mei hingga Desember 2021,” jelasnya.

    PbM dilaksanakan melalui sejumlah kegiatan bersama mitra. Mulai dari pendampingan teknologi produksi, teknologi pemasaran online, pembuatan laporan keuangan hingga bantuan fasilitas teknologi tepat guna seperti pencampur isian bakpia.

    Humam menambahkan, program pembinaan sangat membantu UMKM. Apalagi pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, banyak UMKM yang kesulitan memasarkan produknya.

    Sejumlah perajin bakpia juga belum mampu mengembangkan produknya secara optimal. Kapasitas produknya pun masih terbatas sehingga menyulitkan pemasaran.

    Selain membantu produksi, UPNVY juga membantu pemasaran melalui sosial media (sosmed). UMKM diajarkan membuat sosmed untuk menjual produk seperti di Instagram dan lainnya.

    “Produksi bakpia selama ini ada yang kurang lembut, kapasitas produksi terbatas. Sedangkan pada masa pandemi, mereka sulit memasarkan produk, ini yang coba kita bantu,” jelasnya. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini