Sejak 2023 Ditemukan 2.286 Kasus HIV/AIDS di Kebumen
Kabupaten Kebumen menduduki "ranking" 13 temuan kasus.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Di Kabupaten Kebumen sejak tahun 2003 hingga Oktober 2025 ditemukan 2.286 kasus HIV/AIDS. Penemuan kasus tertinggi tahun 2017 sejumlah 108 orang dengan HIV dan 159 kasus AIDS atau ODHIVAIDS.
Bertepatan dengan peringatan Hari AIDS sedunia, Senin (1/12/2025), informasi yang diperoleh koranbernas.id dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kebumen menunjukkan kelompok umur produktif 20 tahun sampai 50 tahun mencapai 1.989 orang. Sedangkan kelompok anak-anak dan remaja mencapai 117 orang. Kelompok usia 50 tahun atau lebih 297 orang.
Penemuan kasus baru tahun 2025 hingga Juni mencapai 86 kasus. Kabupaten Kebumen menduduki ranking, dalam tandan kutip, 13 temuan kasus HIV/AIDS di Jawa Tengah dibandingkan 35 kabupaten/kota di provinsi itu.
Kasus baru selama Oktober 2025 diketahui lewat pemeriksaan terhadap 28.235 orang secara sukarela. Ditemukan 107 kasus atau 0,38 persen dari populasi yang melakukan pemeriksaan.
Ibu hamil
Sedangkan kelompok ibu hamil diperiksa mencapai 12.712 orang atau 83 persen dari populasi ibu hamil periode Oktober 2025 ditemukan positif HIV/AIDS. Penemuan kasus di Kabupaten Kebumen selama Oktober 2025 terjadi di sebagian besar kecamatan.
Dari 26 kecamatan di Kebumen hanya di Kecamatan Padureso tidak ditemukan kasus baru. Kecamatan terbanyak ditemukan kasus baru masing-masing 6 kasus, meliputi Kecamatan Pejagoan, Sruweng, Gombong, serta Buayan
Merujuk data KPA Kebumen, penyebab penularan penyakit itu di Kebumen disebabkan heteroseks disusul homoseks serta perinatal.
Ibu rumah tangga rentan tertular. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah ibu rumah tangga dengan ODHIVAIDS mencapai 431 orang atau terbanyak kedua berdasarkan pekerjaan. (*)
Nanang W Hartono
