Sederet Nama Besar Berperan di Film Monster Pabrik Rambut

Tim produksi bahkan mendatangkan dua truk rambut asli untuk kebutuhan set dan monster.

Sederet Nama Besar Berperan di Film Monster Pabrik Rambut
Cast film Monster Pabrik Rambut dalam screening film di JCM Yogyakarta, Kamis (21/5/2026). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Film horor Indonesia kembali memunculkan warna baru lewat film Monster Pabrik Rambut. Menggandeng sederet nama besar seperti Iqbaal Ramadhan, Rachel Amanda, Lutesha hingga Sal Priadi, film produksi Palari Films ini mencoba menawarkan pengalaman horor berbeda yaitu tanpa setan dan minim jumpscare.

Disutradarai Edwin, Monster Pabrik Rambut justru mengangkat teror lewat suasana kerja pada sebuah pabrik rambut yang penuh misteri, tekanan dan monster mengerikan hasil efek praktikal.

Film ini bercerita tentang tiga kakak beradik, Putri, Ida dan Bona yang kembali bekerja di pabrik tempat ibu mereka dulu bekerja setelah sang ibu meninggal secara tidak wajar. Ketiganya harus melunasi utang keluarga kepada pabrik tersebut, sekaligus mencari jawaban atas kematian ibunya yang misterius.

“Film ini tentang tiga bersaudara yang terpaksa bekerja di dalam pabrik dan menemukan kejadian-kejadian janggal di sekitarnya,” kata Edwin saat screening film di JCM Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).

Suasana industrial

Berbeda dengan horor Indonesia kebanyakan yang mengandalkan sosok hantu, Edwin justru memilih membangun rasa takut dari suasana industrial yang menekan.

Mesin-mesin besar, lembur kerja, debu, rambut beterbangan, hingga monster yang muncul di tengah pabrik menjadi sumber utama teror alih-alih setan dan hantu.

“Buat aku, membayangkan hal sesederhana bekerja di pabrik, lembur, capek, berhadapan dengan alat-alat industri berat, itu saja sudah sangat horor tanpa harus ada setan,” ujarnya.

Pendekatan itu membuat proses produksi menjadi rumit. Tim produksi bahkan mendatangkan dua truk rambut asli untuk kebutuhan set dan monster. Rambut-rambut itu digunakan memenuhi area pabrik, properti monster hingga efek visual praktikal.

Ribuan properti

Edwin mengungkapkan persiapan film dilakukan sejak dua tahun lalu. Selain rambut, produksi juga menggunakan ribuan properti seperti kaki palsu, mata palsu hingga sekitar 1.200 manekin kepala yang didatangkan dari Bali. “Kadang sampai ada momen harus cari rambut sekilo lagi,” jelasnya.

Iqbaal Ramadhan yang juga Eksekutif Produser mengatakan film ini sengaja dirancang menjadi opsi baru di tengah tren film horor modern. “Tidak ada setan atau jumpscare berlebihan. Cerita dan setting di pabrik rambut itulah yang menciptakan horor dan terornya sendiri,” katanya.

Dia menyebutkan film ini membawa nuansa horor retro ala film-film era 1980-an. Hal itu diperkuat dengan penggunaan practical effect ketimbang CGI. Monsternya benar-benar dibuat secara fisik langsung di lokasi syuting. Para pemain harus berinteraksi langsung dengan properti monster tanpa bantuan layar hijau.

“Monsternya kelihatan dan ada beneran di set. Jadi kami tidak perlu membayangkan sesuatu di depan green screen,” ujarnya.

Mengisi lagu

Karakter Bona yang diperankan Iqbaal bahkan memiliki kemampuan regenerasi tubuh. Dalam trailer, tangannya bisa terlepas lalu tumbuh kembali. Selain bermain, Iqbaal juga mengisi lagu original soundtrack berjudul Kepala Pundak Kerja Lagi dalam film yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Lagu tersebut justru tercipta saat proses syuting berlangsung.

Rachel Amanda mengaku suasana syuting tetap menyenangkan meski harus bekerja di tengah set penuh debu dan rambut beterbangan. "Kengerian di film ini bukan cuma soal hantu, tapi bagaimana pekerjaan juga bisa menjadi horor tersendiri. Ceritanya kuat dan semoga bisa sampai ke penonton," ucapnya.

Lutesha menilai karakter dalam film ini dibuat tidak biasa. Sementara, Sal Priadi yang memerankan karakter Rudi turut mengisi soundtrack original berjudul Kepala Pundak Kerja Lagi. Lagu tersebut ditulis langsung saat proses syuting berlangsung. "Aku bikin liriknya di lokasi syuting. Semoga bisa menambah jiwa dari film ini," ungkapnya.

Lewat Monster Pabrik Rambut, Palari Films ingin membuat horor yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bukan soal penampakan, melainkan tekanan dunia kerja, eksploitasi dan ketakutan yang muncul dari realitas manusia sendiri. (*)