Ribuan Pelari Padati Jogja Run D-City, Beri Beasiswa Pendidikan

Kategori 10K menawarkan hadiah lebih fantastis. Juara pertama memperoleh Rp 25 juta.

Ribuan Pelari Padati Jogja Run D-City, Beri Beasiswa Pendidikan
Para peserta Jogja Run D-City melewati rute Tugu Jogja, Minggu (24/5/2026). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Ribuan pelari dari berbagai daerah memadati kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada dalam gelaran Jogja Run D-City, Minggu (24/5/2026). Tak sekadar menjadi ajang olahraga dan hiburan, event ini hadir membawa misi sosial besar mengubah tiket peserta menjadi beasiswa bagi pelajar berprestasi.

Sebanyak 5 ribu peserta tercatat mengikuti event lari yang menjadi bagian dari rangkaian Jogja Financial Festival 2026 yang dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu. Antusiasme masyarakat terlihat sejak dini hari ketika para pelari mulai berdatangan ke lokasi start.

Para peserta kategori 10K dan 5K bahkan sudah memadati area GIK UGM sejak pukul 04:00. Suasana jalanan menuju lokasi sempat mengalami kepadatan karena tingginya animo masyarakat yang ingin mengikuti event tersebut.

Flag off kategori 10K dimulai pukul 05:30, sedangkan kategori 5K diberangkatkan pukul 05:40. Ribuan pelari tampak memadati lintasan dengan semangat tinggi, mulai dari kalangan anak muda, komunitas olahraga, pekerja hingga peserta lintas generasi.

Sambil berbagi

Berbeda dari event lari pada umumnya, Jogja Run D-City mengusung konsep sport charity.  Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membantu akses pendidikan. Semangat “berlari sambil berbagi” terasa kuat sepanjang pelaksanaan acara.

"Seluruh hasil penjualan tiket peserta disebut akan dialokasikan menjadi dana beasiswa pendidikan bagi pelajar berprestasi," ujar Anggito.

Atmosfer lomba berlangsung meriah dan penuh energi. Peserta tampak menikmati jalannya perlombaan sambil mengabadikan momen di sejumlah titik lintasan. Banyak peserta berharap event serupa dapat digelar rutin setiap tahun karena mampu memberikan pengalaman olahraga sekaligus aksi sosial dalam satu kegiatan.

Selain menyedot perhatian lewat misi sosialnya, Jogja Run D-City juga berhadiah besar. Pada kategori 5K, juara pertama mendapatkan hadiah Rp 5 juta, juara kedua Rp 3 juta dan juara ketiga Rp 2 juta.Sementara kategori 10K menawarkan hadiah lebih fantastis. Juara pertama memperoleh Rp 25 juta, juara kedua Rp 15 juta dan juara ketiga Rp 10 juta.

Dihibur musik

Keseruan acara tidak berhenti di garis finish. Peserta dan masyarakat umum kemudian dihibur penampilan grup musik Ndarboy Genk yang tampil gratis di area acara. Penampilan tersebut membuat suasana semakin semarak dan berubah menjadi pesta rakyat terbuka.

Tak hanya konser musik, panitia juga menyelenggarakan laga exhibition basket bertajuk Celebrity Match Basketball yang mempertemukan Timnas Legend melawan UGM All Stars.

Timnas Legend diperkuat sederet nama populer seperti Denny Sumargo, Kelly Purwanto, Mario Lawalata hingga Augie Fantinus. Sedangkan UGM All Stars dihuni para atlet basket nasional lulusan UGM, termasuk Anggito Abimanyu yang menjadi penggagas pertandingan tersebut.

Selebriti Denny Sumargo yang ikut memeriahkan acara mengaku senang dapat kembali ke Yogyakarta dan bertemu rekan-rekan lamanya dalam pertandingan penuh nostalgia tersebut. “Pertandingan ini seru, menyenangkan dan asyik. Senang rasanya bisa bertemu para sahabat lama dan senang juga bisa kembali ke Yogyakarta,” katanya.

Dua hari

Jogja Run D-City menjadi salah satu magnet utama dalam rangkaian Jogja Financial Festival 2026 yang digelar selama dua hari. Selain lomba lari dan hiburan olahraga, festival ini juga diisi berbagai kegiatan edukatif seperti business talk, educational class dan career corner yang terbuka gratis untuk masyarakat umum.

Sonny, peserta asal Bantul, mengaku nyaris terlambat mengikuti start lantaran kemacetan panjang di sekitar lokasi acara. Namun dia menilai ramainya peserta justru menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap event olahraga di Yogyakarta.

Start lari 5K dimulai pukul 05:30, saya berangkat dari rumah jam lima kurang, ternyata setelah sampai saya terjebak macet panjang. Saya tidak menyangka animo masyarakat yang mengikuti event Jogja Run D-City ini sangat banyak, nyaris saja terlambat, tapi untungnya bisa start tepat waktu,” katanya. (*)