Resto Legendaris Surabaya Top Noodle Buka di Plaza Ambarrukmo

Kami ingin tetap membawa aroma kampung halaman dalam sajian modern.

Resto Legendaris Surabaya Top Noodle Buka di Plaza Ambarrukmo
Beragam menu yang tersaji di Top Noodle Plaza Ambarrukmo, Sabtu (20/9/2025). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Yogyakarta kembali memperkaya deretan destinasi kulinernya. Top Noodle, restoran legendaris asal Surabaya yang telah eksis sejak 1990 ini resmi buka di Plaza Ambarrukmo. Gerai terbaru itu bukan sekadar menawarkan mi sebagai sajian cepat melainkan meramu pengalaman kuliner yang menyatukan warisan Surabaya dengan cita rasa lokal Jogja.

Brand Manager Top Noodle, Agus Arianto, Sabtu (20/9/2025) mengatakan konsep cabang baru ini tidak hanya berfokus pada kecepatan dan kenyamanan, melainkan juga merayakan kekayaan budaya kuliner daerah. “Kami ingin tetap membawa aroma kampung halaman dalam sajian modern,” ujarnya.

Top Noodle membawa menu ikonik dari Surabaya yang sudah menemani pelanggan lintas generasi, di antaranya Yammie Ayam Jamur, mie homemade berpadu ayam jamur manis-gurih. "Di Jogja, menu ini hadir dengan tambahan telur omega sebagai sentuhan spesial," jelasnya.

Interior Top Noodle di Plaza Ambarrukmo tampil modern, namun tetap lekat dengan identitas lokal. Ornamen batik dan ilustrasi kuliner Jawa menghiasi dinding, menciptakan suasana hangat yang cocok untuk makan siang santai, berkumpul bersama teman, maupun rehat sejenak setelah berbelanja.

Promo spesial

Dalam rangka pembukaan resmi pada 22 September 2025, Top Noodle memberikan promo spesial selama seminggu pertama di antaranya program “Makan Berdua” seharga Rp 88 ribu nett. Selain itu, pengunjung berkesempatan memenangkan voucher gratis melalui kuis interaktif di media sosial Plaza Ambarrukmo.

Dengan semangat menggabungkan tradisi dan inovasi, Top Noodle bukan hanya menambah pilihan kuliner, tetapi juga menjadi ruang pertemuan rasa, memori keluarga dan perjalanan lintas generasi.

"Setiap mangkuk yang tersaji seakan menyimpan cerita tentang masa lalu Surabaya, tentang adaptasi Jogja, dan tentang bagaimana makanan mampu menyatukan orang dalam satu meja," ungkapnya.

Sementara Head of Culinary, Chef Raka, menambahkan bahwa mi yang disajikan di Jogja bukan hanya menu cepat saji, melainkan medium untuk merayakan kekayaan rasa lokal. “Kami ingin mi kami bukan sekadar makanan cepat saji, tapi juga medium untuk merayakan kekayaan rasa lokal,” katanya.

Mi kenyal

Salah satu inovasi yang langsung mencuri perhatian adalah Jogja Signature Bowl. Mi kenyal berpadu dengan kuah kaldu gurih, ayam bacem, telur pindang, serta sambal terasi khas Jawa. Perpaduan ini memberikan sensasi hangat, akrab dan penuh nostalgia, seolah menyuguhkan suasana rumah dalam setiap suapan.

Pengunjung yang menyukai tantangan bisa mencoba Yammie Ayam Spicy, simbol evolusi rasa Top Noodle dari era 1990 hingga kini. Sementara itu, pencinta tekstur renyah dapat menikmati Ayam Goreng Wangi, ayam crispy dengan aroma terasi dan rempah desa.

Bagi warga Jogja, nostalgia hadir lewat Nasi Goreng Abang Teg-Teg, menu terinspirasi dari nasi goreng gerobakan malam hari yang populer di berbagai sudut kota. "Perpaduan ayam suwir, telur dadar dan rasa pedas ringan menjadikannya hidangan yang membumi," ujarnya.

Marketing Top Noodle, Diana, menambahkan kekuatan restoran ini terletak pada kemampuannya mengadaptasi bumbu lokal. “Mulai dari sambal lombok ijo khas Sleman, ayam suwir bacem, hingga kuah kaldu rempah Jawa, semuanya dirancang agar terasa akrab di lidah masyarakat Jogja,” jelasnya. (*)