Relawan Bakti BUMN, KAI Bandara Mengabdi di Desa Aan
Partisipasi KAI Bandara dalam program ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat.
KORANBERNAS.ID, BALI -- Suasana Desa Aan di Kabupaten Klungkung, Bali, terasa berbeda pada pertengahan Agustus silam. Tidak hanya diramaikan dengan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, desa ini juga menjadi lokasi pengabdian Relawan Bakti BUMN 2025, sebuah program kolaborasi sosial yang melibatkan putra-putri terbaik dari berbagai BUMN, termasuk PT Railink (KAI Bandara).
Dari sekian banyak peserta yang mendaftar, hanya sepuluh orang yang lolos seleksi untuk terjun langsung dalam program ini. Salah seorang di antaranya Sosiawan Putra Surbakti. Dia adalah Assistant Manager Corporate Communication KAI Bandara. Sosiawan membawa semangat berbagi dan mengabdi, mewakili perusahaan yang selama ini dikenal lewat layanan transportasi kereta bandara.
Kedatangan para relawan di Desa Aan disambut penuh antusiasme oleh masyarakat. Acara pembukaan dilaksanakan secara resmi oleh Bupati Klungkung didampingi Wakil Bupati, perangkat desa, serta warga setempat. Kehangatan penyambutan itu menjadi tanda dimulainya rangkaian kegiatan sosial yang padat namun sarat makna.
Relawan tidak sekadar hadir melainkan menyatu dengan kehidupan masyarakat desa. Mereka ikut membantu anak-anak sekolah dasar dalam proses belajar, memberikan pendampingan kepada kelompok tani untuk meningkatkan kualitas pertanian, hingga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan cara memilah sampah sejak dari rumah.
Realitas keseharian
Bagi para relawan, program ini bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang belajar. Hidup berdampingan dengan masyarakat desa selama beberapa hari membuat mereka memahami lebih dekat realitas keseharian warga, tantangan yang dihadapi, sekaligus kekuatan gotong royong yang tetap terjaga.
Sosiawan melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (23/8/2025), mengungkapkan pengalaman menjadi relawan Bakti BUMN merupakan momen berharga. “Saya merasa bangga dapat mewakili KAI Bandara. Program ini memberi kesempatan untuk mengabdi, sekaligus belajar dari masyarakat Desa Aan tentang kebersamaan dan semangat menjaga lingkungan,” ujarnya.
Program Relawan Bakti BUMN yang digagas oleh Kementerian BUMN memiliki tujuan jangka panjang yaitu menumbuhkan semangat kepedulian sosial, memperkuat kolaborasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Keberadaan relawan di Desa Aan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi meninggalkan jejak keberlanjutan.
Bagi mereka, pengalaman ini juga menjadi perjalanan pribadi yang menguatkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian dan pengabdian. Sebuah modal berharga untuk kembali ke tempat kerja masing-masing, membawa energi positif, serta membangun kultur pelayanan yang lebih empatik.
Semangat perusahaan
Sementara Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menegaskan pentingnya peran relawan membawa semangat perusahaan ke tengah masyarakat.
Keikutsertaan relawan menjadi jembatan penting antara BUMN dan masyarakat. Jika selama ini KAI Bandara dikenal melalui layanannya yang menghubungkan kota dengan bandara, maka lewat program relawan ini, perusahaan menunjukkan sisi lain yaitu kepedulian sosial, keberpihakan pada pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat desa.
Relawan Bakti BUMN ibarat wajah humanis BUMN di tengah masyarakat. Dari aktivitas sederhana seperti mengajar anak-anak hingga diskusi bersama petani, relawan membawa pesan bahwa BUMN tidak hanya hadir melayani kebutuhan ekonomi, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat.
Partisipasi KAI Bandara dalam program ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat. Harapannya, jejak yang ditinggalkan relawan di Desa Aan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus bergerak maju, sekaligus mendorong BUMN lain untuk semakin aktif hadir lewat program serupa. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
