WOM Gandeng Komunitas sebagai Ujung Tombak Pemasaran
Konsumen semakin mengandalkan gawai dalam setiap keputusan pembelian.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Perusahaan jasa keuangan WOM Finance terus memperluas pasar dengan strategi berbeda dari sebelumnya. Tak hanya mengandalkan jaringan kantor cabang dan mitra dealer, WOM kini lebih serius merambah kanal digital dan memanfaatkan kekuatan komunitas sebagai ujung tombak pemasaran.
Langkah ini muncul seiring dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan gawai dalam setiap keputusan pembelian. “Kami melihat tren pembiayaan sekarang bukan hanya soal kredit motor atau barang konsumtif. Orang mencari kenyamanan, kecepatan dan kepercayaan. Di situlah WOM hadir dengan model yang lebih dekat dengan komunitas,” ujar Andriansyah Gumay, Business Unit Head WOM Finance Regional Jawa Tengah Selatan melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (23/8/2025).
Menurutnya, WOM berupaya membangun ekosistem yang lebih luas melalui kolaborasi dengan komunitas hobi, usaha kecil menengah (UKM), hingga jaringan pedagang daring. Dengan cara ini, WOM tidak hanya memposisikan diri sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan.
Perubahan ini sekaligus menjadi strategi perusahaan untuk menghadapi kompetisi industri multifinance yang kian ketat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penetrasi pembiayaan di wilayah DIY dan Jawa Tengah masih cukup tinggi, namun pertumbuhan kredit kendaraan bermotor mulai melambat.
Lebih kreatif
“Pasar tradisional mulai jenuh. Maka WOM perlu memperluas jangkauan ke segmen yang lebih kreatif, salah satunya lewat digital marketing dan word of mouth (WOM) yang berbasis komunitas,” jelasnya.
Salah satu langkah konkret adalah menggandeng komunitas motor dan pecinta otomotif di Yogyakarta. Mereka bukan hanya target konsumen, tetapi juga agen penyebar informasi. WOM memfasilitasi kegiatan touring, workshop modifikasi, hingga pelatihan kewirausahaan agar para anggota komunitas merasa dekat sekaligus menjadi duta merek di lingkungannya.
Selain otomotif, WOM Finance juga mengincar komunitas anak muda yang bergerak di sektor kreatif. Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan menjadi lahan subur untuk menjaring generasi digital native. Program literasi keuangan, pembiayaan gadget, serta dukungan untuk bisnis kecil berbasis daring menjadi bagian dari strategi ini.
“Kalau dulu WOM dikenal hanya membiayai motor, sekarang kami ingin dikenal sebagai mitra generasi muda dalam mewujudkan mimpi mereka. Baik itu usaha kecil, hobi kreatif, maupun kebutuhan digital,” tambahnya.
Tanpa ribet
Kebijakan WOM ini disambut positif oleh pelaku usaha muda. Salah seorang pengusaha kuliner di kawasan Sleman mengaku terbantu dengan skema pembiayaan fleksibel yang ditawarkan. “Saya bisa mengembangkan usaha dengan tambahan modal tanpa harus melalui proses ribet. WOM juga memberi pendampingan, bukan sekadar pinjaman,” ujarnya.
Dengan strategi memperluas pasar melalui WOM berbasis komunitas dan digital, perusahaan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah tantangan industri. “Kami percaya pasar di Yogyakarta dan sekitarnya masih sangat potensial. Kuncinya adalah mendekat dengan cara yang relevan bagi generasi sekarang,” katanya. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
