Rasanya Manis Kriuk, SMKN 1 Pandak Panen Melon Premium
Ditanam dengan metode hidroponik. Tidak memakai tanah namun media tanam dan nutrisi.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- "Ini rasanya manis, segar, kriuk. Kandungan airnya juga cukup.”
Didampingi Kepala Dinas Kominfo Bantul, Bobot Arifi 'A'idin, dan Kepala SMKN 1 Pandak, Sri Mulyani, tampak Aris berkeliling kebun. Ada sedikitnya 900 pohon melon yang berbuah dan setiap pohon hanya ada satu buah.
Bukan hanya Golden Kirin yang berkulit kuning, ada juga jenis lain yaitu Sweet Homy berkulit hijau. Jika dirasakan tekstur dan rasanya hampir sama. Melon hidroponik ini tergolong melon premium dengan tingkat kemanisan mencapai 17 Brix (satuan kemanisan melon -- red). Di atas rata-rata kemanisan melon yakni 14 Brix.
"Apa yang dilakukan oleh SMK Negeri 1 Pandak adalah terobosan yang bisa menjadi contoh terutama bagi petani milenial. Di sini melon yang merupakan buah asli Tiongkok ditanam dengan metode hidroponik jadi tidak memakai tanah namun cukup media tanam dan nutrisi. Jadi ini mudah," kata Aris.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengunjungi kebun melon SMK Negeri 1 Pandak, Kamis (7/5/2026). (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Sementara teknisi ahli sebagai pendamping kebun hidroponik, Shodiq Manunggal, mengatakan bibit tanaman didatangkan langsung dari Tiongkok melalui jalur legal.
Penanaman mulai semai hingga panen membutuhkan waktu 65 hari. Untuk kebun SMK Negeri 1 Pandak akan panen seminggu lagi tepatnya 15 Mei-21 Mei pukul 08:00- 15:00 terbuka bagi masyarakat umum yang ingin membeli dan petik langsung. Harga setiap kilogram dipatok Rp 40 ribu.
"Harga ini sesuai harga yang ditetapkan paguyuban petani melon di Yogyakarta," kata Shodik. Melon sebaiknya ditunggu 3 - 7 hari usai dipetik sebab kadar kemanisan anak naik. Setelah hari ketujuh kadar kemanisan akan menurun.
"Kapasitas green house ini bisa 1.200 tanaman. Karena ada perawatan di sebagian lokasi maka kita tanam 900 tanaman," katanya. Penanaman yang dilakukan SMKN 1 Pandak saat ini adalah yang kedelapan. (*)
Sariyati Wijaya
