Prasmanan, Model Makan Siswa Sekolah Rakyat di Kebumen

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, beberapa siswa mengaku jarang makan dengan lauk daging ayam.

Prasmanan, Model Makan Siswa Sekolah Rakyat di Kebumen
Suasana makan siang di Sekolah Rakyat 44 Terintegrasi Kebumen, Senin (6/10/2025). (nanang w hartono/koranbernas.id)
Prasmanan, Model Makan Siswa Sekolah Rakyat di Kebumen

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Pengelola Sekolah Rakyat 44 Terintegrasi di Kebumen menyiapkan makan untuk siswa dengan model prasmanan. Ruang makan cukup luas dan bersih.

"Dengan prasmanan, siswa mengambil nasi dan lauk sesuai porsi siswa," kata Tri Puji Astuti, Kepala SR 44 Terintegrasi Kebumen, kepada koranbernas.id, Senin (6/11/2025).

Dia mengatakan dengan model prasmanan setiap siswa akan mengambil makanan sesuai porsi mereka. Mereka ada yang mengungkapkan alergi atau tidak suka dengan makanan tertentu, sekolah memperhatikan informasi siswa. "Mereka diberi susu rendah gula," kata Tri Puji Astuti sambil menyebutkan sebuah merek susu.

Ruang makan SR yang dikelola Kementerian Sosial itu memanfaatkan dua ruang kelas. Tampak siswa makan siang dengan dengan suasana tenang. Menu makan hari itu berupa nasi putih, daging ayam bumbu ungkep, tempe goreng, oseng kangkung serta buah jeruk.

Daging ayam

Beberapa di antara siswa mengaku jarang makan dengan lauk daging ayam sebelum masuk Sekolah Rakyat. "Betah,” ujar sejumlah siswa.

Tri Puji Astuti menambahkan, sekolah yang dipimpinnya baru pekan ini mulai pembelajaran, setelah pekan lalu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Jenjang pendidikan sekolah yang berlokasi di Desa Pejagoan Kecamatan Pejagoan itu SD dan SMP. Mereka sebelumnya sekolah di sejumlah SD/MI dan SMP/MTs dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kebumen.

SR itu memiliki guru SD 2 orang, guru mata pelajaran 8 orang, wali asrama 6 orang, wali asuh 10 orang, dengan jumlah siswa 100 orang. Guru sebagian besar direkrut Kementerian Sosial. (*)