Orang Muda Katolik Diajak Jadi Motor Kolaborasi Kebangsaan
Indonesia rumah bersama bagi seluruh warganya, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.
KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Orang Muda Katolik di Kulonprogo didorong untuk mengambil peran aktif sebagai motor kolaborasi lintas identitas dalam merawat kebangsaan. Pesan ini disampaikan Anggota MPR RI RA Yashinta Sekarwangi Mega dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar di Kopi Ingkar Janji, Kulonprogo, Minggu (14/12/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun reflektif itu, Yashinta menyatakan tantangan kebangsaan hari ini bukan lagi soal perbedaan semata, melainkan soal kemampuan untuk menjadikan perbedaan sebagai energi kolaborasi.
“Perbedaan jangan dijadikan sekat, tetapi dijadikan ruang gotong royong untuk melahirkan karya bersama,” ujar politisi muda asal DIY tersebut.
Dia menilai generasi muda lintas iman, termasuk Orang Muda Katolik, memiliki posisi strategis sebagai jembatan antar komunitas sosial, budaya dan keagamaan.
Kerja nyata
Dengan karakter yang terbuka dan adaptif, anak muda dinilai mampu mempraktikkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bentuk kerja nyata di tengah masyarakat.
Yashinta menambahkan Indonesia sejak awal didirikan sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan. Karena itu, menjaga ruang perjumpaan lintas identitas menjadi kunci agar persatuan tetap hidup di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
“Republik Indonesia ini rumah bersama. Tugas kita bukan mempertajam perbedaan, tapi memastikan semua penghuninya merasa aman, setara, dan sejahtera,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Yashinta berharap Orang Muda Katolik tidak hanya menjadi peserta sosialisasi, tetapi juga menjadi aktor perubahan yang mempraktikkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan terdekat hingga ruang publik yang lebih luas.
“Kita butuh anak-anak muda yang berani melintasi sekat, berkolaborasi, dan membangun Indonesia Raya bersama,” katanya. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
