Menjelang Idul Adha, Ketersediaan Hewan Kurban Aman
Kenaikan harga hewan kurban berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyatakan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban dalam kondisi aman.
Hal tersebut disampaikan usai meninjau Kelompok Ternak Karya Tunggak Nyamplung dan Pasar Hewan Ambarketawang Gamping Sleman, Selasa (5/5/2026). Turut mendampingi, Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Kepala Perwakilan BI DIY, Kepala Deputi Bank Indonesia beserta jajaran.
Berdasarkan hasil pemantauan, Danang menyampaikan terdapat kenaikan harga hewan kurban berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Jumlah ternak yang tersedia mengalami peningkatan sekitar 10 persen menjelang Idul Adha.
Data sementara menunjukkan ketersediaan sapi kurban berjumlah 3.854 ekor, kambing sejumlah 4.002 ekor dan domba 7.811 ekor. Sedangkan estimasi kebutuhan ternak sapi sebesar 9.235 ekor, kambing 3.050 ekor dan domba 15.750 ekor.
Luar daerah
"Untuk mencukupi kekurangan stok bisa dari kelompok ternak di kampung, pasar tiban, dan pembelian langsung dari luar daerah," jelas Danang.
Terkait kesehatan hewan kurban, lanjutnya, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan telah melakukan pemantauan dan kerja sama dengan petugas Puskeswan setempat, seperti pemberian vaksin dan pemeriksaan fisik hewan kurban. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan juga penyakit Antraks.
"Insya Allah untuk sapi aman. Tapi karena hewan kurban sapi ada dari luar daerah, ini yang harus kita pantau terus," tambah Danang.
Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menambahkan pihaknya telah melakukan pencegahan Antraks dengan pemberian vaksin, khususnya untuk hewan kurban di wilayah perbatasan dengan Gunungkidul, yakni Kalurahan Gayamharjo dan Kalurahan Sambirejo Kapanewon Prambanan.
Pencegahan
"Uuntuk vaksinasi PMK kita ulang enam bulan sekali. Secara umum pencegahan kita juga dengan menyemprot truk dan sapi ketika masuk ke pasar hewan, kemudian pemeriksaan hewan ketika masuk juga wajib dilakukan," kata Rofiq.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Danang sekaligus mengajak masyarakat khususnya panitia kurban mengganti plastik dengan besek atau anyaman bambu sebagai kemasan daging kurban.
Langkah ini dapat mengurangi permasalahan sampah di Kabupaten Sleman. Terlebih lagi, kabupaten ini juga memiliki 197 perajin anyaman bambu yang siap untuk menyuplai kebutuhan kemasan.
"Mangga, kita gunakan besek sebagai bentuk kepedulian kita menjaga lingkungan Kabupaten Sleman agar semakin nyaman," kata Danang. (*)
Nila Hastuti
