Senin, 24 Jan 2022,


pendeta-robert-pasanda-ketua-bksag-purbalinggaUtusan dari 26 gereja se Purbalingga kompak berfoto bersama usai pemilihan pengurus Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) periode 2021-2024, di Aula Gereja Katolik Santo Agustinus, pekan lalu. (Dokumentasi BKSAG Purbalingga)


Prasetiyo
Pendeta Robert Pasanda, Ketua BKSAG Purbalingga

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURBALINGGA -- Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) Kabupaten Purbalingga kini siap menyatukan seluruh umat Kristiani di Purbalingga dengan landasan kasih. Diharapkan, BKSAG juga bisa memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan.


"Untuk kemajuan Purbalingga, kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten agar visi dan misi Purbalingga terwujud nyata. Untuk itu, mari kita bersatu dengan landasan kasih dan saling membantu," ujar Pendeta Robert Pasanda M.Th, Ketua BKSAG Kabupaten Purbalingga, kepada koranbernas.id di kediamannya, Rabu (17/11/2021).


Untuk diketahui, BKSAG Purbalingga baru saja melakukan reorganisasi, tepatnya Kamis (11/11/2011), di Aula Gereja Katolik Santo Agustinus Purbalingga.

Dihadiri 26 utusan dari 26 gereja di Purbalingga, terpilih secara demokratis sebagai Ketua BKSAG Purbalingga Periode 2021-2024 yakni Pdt Robert Pasanda M.Th dari Gereja Betel Tabernakel/GBT Yesus Juru Selamat. Bertindak sebagai penasihat, Romo Handy Kristian Adi Putra dari Gereja Katolik Santo Agustinus dan Pendeta Yappi Winanto Widyatmadja S.Th dari Gereja Sidang Jemaat Pentakosta di Indoonesia (GSJPDI) Kristus Tabib.


Kepengurusan lainnya, wakil ketua dijabat Pdt Debora Vivi dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bobotsari, Sekretaris 1 Pdt Zevanya Peter S.Th dari GSJPDI Filadelfia Kalimanah, Sekretaris 2 Widi Kurniawan (GKI Purbalingga), bendahara 1 Pdt Tri Agus Fajar Winantiyo S.Si dari Gereja Kristen Jawa/GKJ Penaruban, dan bendahara 2 Renawati dari Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Immanuel Purbalingga.

Kepengurusan ini dilengkapi juga 7 komisi, terdiri komisi anak, pemuda, pria,wanita, multimedia, humas dan sosial.

Robert Pasanda menegaskan, setelah kepengurusan BKSAG yang baru terbentuk, umat Kristiani di Purbalilngga harus bersatu dan tidak boleh terpecah belah.

"Saat ini tidak ada wadah organisasi antar-gereja yang lain di Purbalingga. Yang ada hanya BKSAG. Untuk itu, mari jaga persatuan yang dilandasi kasih dan saling membantu. Apalagi saat ini masih pandemi, persatuan yang dilandasi kasih dan saling membantu serta kompak, harus lebih diwujudnyatakan," pesan Robert Pasanda.

Dalam waktu dekat, lanjut Robert Pasanda, pihaknya akan melakukan audiensi dengan Bupati Purbalingga dan menggelar perayaan Natal bersama secara daring maupun tatap muka terbatas, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini