Mandiri Jogja Marathon 2026 Siap Digelar, 10 Ribu Pelari Bakal Serbu Sleman dan Klaten
Sosialisasi Mandiri Jogja Marathon 2026 sukses digelar di Kalasan. Diikuti 10.000 pelari, ajang ini melintasi 14 desa di Sleman dan Klaten serta menghadirkan program sosial "Mandiri Sahabat Desa" untuk mendukung ekonomi lokal pada 21 Juni mendatang
KORANBERNAS.ID, SLEMA--Persiapan menuju perhelatan olahraga terbesar di Yogyakarta, Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, resmi memasuki tahapan krusial. Pada Senin (11/5/2026), Bank Mandiri bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan Klaten menggelar sosialisasi lintas sektoral di Kalasan, Sleman, untuk mematangkan koordinasi rute yang akan dilintasi oleh 10.000 pelari pada 21 Juni mendatang.
Asisten Sekda 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Drs. Agung Armawanta, M.T., menegaskan bahwa Pemkab Sleman memberikan dukungan penuh. Ia menyebut MJM telah menjadi ikon eco-tourism yang mampu menghidupkan ekosistem pariwisata di Yogyakarta secara berkelanjutan.
“Bupati mendukung penuh kegiatan ini. Mengingat ada 10 ribu peserta dari dalam dan luar negeri, kami meminta penyelenggara memastikan kesiapan segala aspek, terutama rute, keselamatan, dan tim medis agar semua berjalan lancar,” ujar Agung dalam arahannya.
Lintasi 14 Desa, Tiket Ludes Terjual
Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan animo yang luar biasa. Fauziah Ulfah, Vice President / Corporate Event Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, memaparkan bahwa MJM 2026 akan melintasi wilayah di dua provinsi, mencakup 5 kecamatan dan 14 desa di Kabupaten Sleman serta Klaten.
Sejak pertama kali digelar pada 2017, jumlah partisipan terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
“Tahun 2024 diikuti 8.100 pelari, naik menjadi 9.200 di tahun 2025, dan tahun ini mencapai puncaknya di angka 10.000 peserta. Tiket sudah berstatus sold out," ungkap Fauziah.
Ia menambahkan bahwa MJM bukan sekadar ajang lari, melainkan upaya nyata Bank Mandiri dalam menghidupkan sektor ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM.
Hal senada disampaikan Camat Prambanan Klaten, Rasidi, S.IP, M.Si, yang menyatakan kesiapan wilayahnya menyambut peserta. Ia mengimbau pemerintah desa yang menjadi jalur perlintasan untuk memberikan dukungan penuh demi kenyamanan para atlet.
Sosialisasi menjelang pelaksanaan event Mandiri Jogja Marathon 2026 di Kalasan. (warjono/koranbernas.id)
Skenario Jalur
Dari sisi teknis, Septian Boby selaku Asisten Race Director Isport menjelaskan bahwa kategori lomba terdiri dari 5K, 10K, Half Marathon, dan Full Marathon. Meski rute yang digunakan 100 persen sama dengan tahun 2025, tim tetap akan melakukan survei lapangan untuk mengantisipasi kerusakan jalan atau potensi kemacetan.
“Kami menyiapkan berbagai skenario, termasuk jalur alternatif dan mitigasi keramaian di titik-titik tertentu agar perlombaan tidak mengganggu mobilitas warga,” jelas Boby.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Iwan Tri Imawan menambahkan, Bank Mandiri menekankan pentingnya dampak sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui inisiatif “Mandiri Sahabat Desa” dan “Mandiri Bakti Kesehatan”, korporasi melakukan perbaikan infrastruktur di 28 desa, membagikan 2.800 paket sembako, hingga mengadakan layanan kesehatan bagi ribuan abdi dalem di Yogyakarta.
“Kami ingin memastikan Mandiri Jogja Marathon tidak hanya memberikan pengalaman lari yang berkesan, tetapi juga manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sepanjang rute secara berkelanjutan,” katanya.
Iwana menekankan, menjelang penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon 2026 (MJM 2026) pihaknya terus memperkuat keterlibatan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan melalui rangkaian sosialisasi perizinan rute di sepanjang jalur lomba.
Melalui kegiatan Road to MJM 2026, Bank Mandiri tidak hanya memastikan kesiapan pelaksanaan acara berjalan lancar, tetapi juga mempertegas komitmen perseroan dalam menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Inisiatif menggandeng masyarakat di sepanjang jalur Mandiri Jogja Marathon sendiri telah dilakukan secara konsisten dalam setiap tahunnya sebagai bagian dari upaya membangun keterlibatan dan rasa memiliki masyarakat terhadap perhelatan tersebut.
Tidak hanya itu, Bank Mandiri juga menghadirkan program literasi keuangan digital dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM desa melalui UMKM Festival guna mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat serta memperluas inklusi keuangan di wilayah pedesaan. (*)
---
