Lustrum VII SMAN 5 Purworejo Dimeriahkan Lomba Lari Berbalut Budaya
Rangkaian kegiatan Lustrum VII Smanli dimulai Maret 2026.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- SMA Negeri 5 Purworejo menggelar Smanli Culture Run, lomba lari berbalut budaya, Minggu (12/42026). SMAN 5 atau Smanli yang lahir pada 1 April 1991 kini berusia 35 tahun. Lustrum VII kali ini dimeriahkan berbagai agenda kegiatan.
Waka Humas Drs Harjito M Pd menjelaskan rangkaian kegiatan Lustrum VII Smanli dimulai Maret 2026 dengan bakti sosial. Diberikan santunan kepada siswa kurang mampu serta kepada guru dan karyawan yang membutuhkan.
Sedangkan upacara pembukaan Lustrum VII ditandai tasyakuran dan sholawat yang dipimpin oleh Gus Alif Mundir dari Kudus, Jumat (10/4/2026).
Sabtu (11/4/2026) siswa Smanli menampilkan pensi (pentas seni) dan pemilihan Bagus Roro dan Dimas Diajeng SMA 5 Purworejo. Selain itu, juga ada lomba permainan tradisional seperti egrang, gapyak dan gobak sodor.
Kadindikbud Purworejo Yudhie Agung Prihatno (topi merah) bersama guru Smanli di Paseban Gagak Handoko. (istimewa)
Pada hari yang sama digelar temu kangen Ika Lodra (Ikatan Alumni Loano Bersaudara). Puncaknya Minggu (12/4/2026) digelar Smanli Culture Run 5 kilometer, yang diikuti pelajar dan umum. Peserta sekitar 250 pelari berasal dari Purworejo dan luar kota.
"Kami memberi kesempatan bagi UMKM turut meramaikan Lustrum VII Smanli, yang diikuti warga sekitar sekitar bahkan ada yang dari luar kota. Ada 22 stan UMKM di puncak acara, yang besar Smartfren dan semua ramai," jelasnya kepada media di sela acara.
Disebutkan, Smanli Culture Run adalah puncak lari 5 km. Peserta disuguhi kesenian tradisional seperti gendhing jawa dan tarian tradisional. "Smanli Culture Run dilakukan karena sekolah sebagai penyangga budaya Loano, SMA 5 Purworejo sebagai pengageng adat Desa Loano. Rute Smanli Culture Run menuju tempat museum (paseban) Gagak Handoko," tambah Harjito.
Gagak Handoko merupakan Adipati Loano terakhir di Purworejo yang wafat pada tahun 1836. Adipati itu dikenal sebagai senapati setia Pangeran Diponegoro selama Perang Jawa.
Ke kompetisi
Peserta Smanli Culture Run dilepas Kadindikbud Purworejo Yudhie Agung Prihatno dan Ketua MKKS SMA, Cahyo Winarno yang pernah menjadi kepala SMAN 5 Purworejo.
Harjito menambahkan Smanli memilih 5 orang Bagus Roro yang akan dikirimkan ke kompetisi Bagus Roro Purworejo 2026. Kelima orang tersebut terdiri dua laki-laki untuk kompetisi Bagus dan tiga perempuan untuk Roro.
"Smanli dalam setiap tahunnya selalu mengirimkan siswa siswi untuk ajang Bagus Roro Purworejo, tahun kemarin beberapa siswa berhasil masuk grand final," tambahnya. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
