Kulonprogo Tuan Rumah, 630 Pelajar DIY Berebut 640 Nomo TEKP Cup

Dari arena seperti inilah karakter dan mental juara dibentuk.

Kulonprogo Tuan Rumah, 630 Pelajar DIY Berebut 640 Nomo TEKP Cup
Penampilan atlet karate di TEKP Cup 2026 di Wates, Sabtu (7/2/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Kabupaten Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejuaraan Karate Antar Pelajar Tingkat DIY TEKP CUP 2026 yang berlangsung 7-8 Februari 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Cangkring Kapanewon Wates. Sebanyak 630 atlet pelajar dari berbagai daerah di DIY turun bertanding pada ajang ini.

Kejuaraan dibuka Bupati Kulonprogo Agung Setyawan. Turut hadir Wakil Ketua Umum I KONI Kulonprogo Master Zuharsono Azahari, Anggota Bidang Pembinaan Prestasi Suhardi, pengurus cabang olahraga, pelatih, serta ratusan orang tua atlet.

Agung Setyawan menyatakan kejuaraan pelajar harus menjadi fondasi pembinaan olahraga daerah. “Dari arena seperti inilah karakter dan mental juara dibentuk. Pemerintah daerah mendukung agar Kulonprogo memiliki atlet karate yang mampu bersaing di level lebih tinggi,” ujarnya.

Ketua Panitia TEKP Cup 2026 Suharyanto menjelaskan total peserta mencapai 630 atlet terdiri 364 putri dan 266 putra. “Seluruh peserta adalah pelajar. Kami mempertandingkan kumite dan kata, baik perorangan maupun beregu, dengan total 640 nomor pertandingan,” katanya, Minggu (8/2/2026).

Orientasi pembinaan

Menurutnya, kompetisi dibagi dua skema yakni kelas open yang bersifat kompetitif serta kelas festival yang berorientasi pembinaan. Format ini memberi ruang bagi atlet pemula maupun yang sudah berprestasi.

Sedangkan Master Zuharsono Azahari berharap TEKP Cup menjadi pintu lahirnya karateka andal. “Target kami jelas, menaikkan level atlet ke jenjang lebih tinggi, dari Popda, Porda DIY hingga Kejurnas. Event ini harus terhubung dengan pembinaan berkelanjutan,” ucapnya.

Panitia juga menurunkan tim pemandu bakat untuk memantau atlet potensial. Atlet yang menonjol akan dimasukkan bank data pembinaan KONI Kulonprogo. “Talenta yang muncul tidak boleh berhenti di sini. Harus ada jalur latihan lanjutan dan pendampingan,” tambah Suharyanto.

Selama dua hari, pertandingan berlangsung ketat dan atraktif. Nomor kumite menyajikan duel cepat, sementara kata menampilkan presisi teknik yang memikat penonton. Keberadaan ratusan atlet dan pendamping itu ikut menggerakkan ekonomi sekitar Wates. Penyelenggara memastikan TEKP Cup menjadi agenda tahunan sebagai bagian dari ekosistem pembinaan karate di Kulonprogo. (*)