Konsumsi Ikan Warga Klaten Masih Rendah, Bupati Genjot Edukasi Gizi
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendorong peningkatan konsumsi ikan di tengah masih rendahnya angka konsumsi masyarakat yang baru mencapai 18 kilogram per kapita per tahun. Pemkab Klaten menggelar Lomba B2SA dan Lomba Masak Ikan sebagai bagian dari edukasi gizi dan penguatan ketahanan pangan.
KORANBERNAS.ID, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan tingkat konsumsi ikan masyarakat di Kabupaten Klaten masih tergolong rendah, meski daerah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan air tawar di Jawa Tengah.
"Konsumsi ikan di Klaten masih belum tinggi. Pelan-pelan kita dorong agar masyarakat, khususnya anak-anak, lebih sering mengonsumsi ikan karena gizinya luar biasa bagus untuk tumbuh kembang anak," kata Hamenang saat membuka Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta Lomba Masak Ikan di Gedung Sunan Pandanaran (RSPD) Klaten, Kamis (16/7/2026).
Menurut Hamenang, peningkatan konsumsi ikan menjadi salah satu upaya mencetak sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan mampu bersaing di masa depan.
"Kunci kesuksesan kita adalah bagaimana menyelamatkan generasi penerus sekaligus membimbing mereka menjadi generasi yang berkualitas," ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten Iwan Kurniawan mengatakan konsumsi ikan masyarakat Klaten saat ini baru mencapai sekitar 18 kilogram per kapita per tahun, masih di bawah angka ideal sebesar 24 kilogram per kapita per tahun. Jika dikonversi, konsumsi tersebut hanya sekitar 70 gram per hari.
Menurut Iwan, salah satu penyebab rendahnya konsumsi ikan adalah kondisi geografis Klaten yang tidak memiliki wilayah laut. Selain itu, masyarakat lebih mudah memperoleh sumber protein lain, seperti telur, tahu, dan tempe.
Ia juga menyebut sebagian masyarakat masih khawatir terhadap kesegaran ikan yang dijual di pasar karena masa simpan yang lebih terbatas dibanding daerah pesisir.
Untuk meningkatkan ketersediaan ikan, Pemkab Klaten tengah mengembangkan budi daya ikan air tawar melalui sistem bioflok dan kolam konvensional. Program tersebut telah diusulkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan di 40 titik.
Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA dan Lomba Masak Ikan diikuti Tim Penggerak PKK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Klaten. Penilaian dilakukan oleh juri dari Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), dan SMK Negeri 3 Klaten. Pemenang lomba akan mewakili Kabupaten Klaten pada kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah. (*)
Masal Gurusinga
