Kampung KB Desa Pesu Klaten Masuk Nominasi Lima Terbaik Jawa Tengah
Berharap meraih nomor satu sehingga nantinya ada pembinaan untuk maju tingkat nasional.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Tim penilai lomba Kampung KB dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan penilaian terhadap Kampung KB 'Maju Bersama' Desa Pesu Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten, Senin (11/5/2026). Penilaian yang dilaksanakan secara zoom tersebut berlangsung di salah satu ruangan di Kantor Desa Pesu.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Klaten, Puspo Enggar Hastuti SE, OPD terkait, Forkompimcam Wedi, lintas sektoral Kecamatan Wedi, Kepala Desa Pesu dan Pokja Kampung KB 'Maju Bersama' Desa Pesu.
Proses penilaian ditandai dengan pemaparan oleh Ketua Pokja Kampung KB 'Maju Bersama' Mikha Ronny Natalia dilanjutkan dengan tanya jawab.
Puspo Enggar Hastuti merasa bersyukur proses pemaparan dan tanya jawab berjalan lancar karena sudah lama diimplementasikan di Desa Pesu. "Alhamdulillah, tadi semua pertanyaan oleh tim juri bisa terjawab dengan lancar oleh Ketua Kampung KB," kata Puspo ditemui usai penilaian.
Dengan penilaian
Mantan Camat Prambanan itu menambahkan, Lomba Kampung KB tingkat Provinsi Jawa Tengah ini mengambil lima nominasi terbaik se-Jawa Tengah. “Mungkin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ingin menentukan terbaik nomor urut 1 sampai 5 sehingga ditindaklanjuti dengan penilaian,” jelasnya.
Tim juri dari OPD terkait di Provinsi Jawa Tengah, seperti Dinas Permasdes, Dinas PPA, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga), Dinas Kesehatan.
Adapun materi penilaian meliputi inovasi dan kolaborasi program sehingga bisa mewujudkan program pemberdayaan ekonomi, bagaimana penanganan stunting dan bagaimana mengkolaborasikan dengan program pemerintah pusat seperti ASRI dan lain sebagainya.
"Utamanya, inovasi Kampung KB di Pesu ini bisa mewujudkan keluarga berkualitas. Ini kita sudah masuk nominasi lima terbaik dan harapannya bisa terbaik nomor satu. Tapi nanti, apapun hasilnya menjadi satu kebanggaan yang puncaknya nanti dari Desa Pesu ini akan kami gaungkan di tingkat kabupaten. Ini sangat bagus sekali, terutama dalam upaya pencegahan stunting, bagaimana kolaborasi desa dengan puskesmas dan KUA dalam pengawalan catin (calon pengantin). Kemudian, kolaborasi dengan OPD terkait di kecamatan, seperti tadi catin diajak menanam pohon," ujarnya.
Kombinasi kegiatan
Sementara itu, Mikha Ronny Natalia menyampaikan karena pihaknya dalam bagian dari Kemenduk Bangga artinya program wajib sudah ada dan tinggal melaksanakannya di tingkat desa, serta mengkombinasikannya dengan kegiatan-kegiatan yang sudah ada. “Seperti bina keluarga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia,” katanya.
Selain itu, ada juga program yang sifatnya inovatif yang hanya dimiliki Desa Pesu, yakni melibatkan anak muda dalam pengelolaan sampah dan juga inovasi yang melibatkan calon pengantin. Inilah yang membedakan Kampung KB 'Maju Bersama' dengan Kampung KB lain.
Ronny yang juga menjabat Sekretaris Desa Peduli berharap dalam penilaian ini, Kampung KB 'Maju Bersama' Desa Pesu bisa meraih nomor satu sehingga nantinya ada pembinaan untuk maju ke lomba di tingkat nasional.
Salah satu inovasi Kampung KB 'Maju Bersama' yang menonjol yakni membuat fasilitas untuk mendampingi calon pengantin sampai hari pernikahan, karena melibatkan banyak pihak.
Sudah terbiasa
Seperti pemeriksaan di puskesmas, konseling dari KUA, cek kesehatan, pengisian aplikasi yang bagi banyak orang menjadi sesuatu yang asing. Tetapi, karena di Desa Pesu sudah terbiasa bisa membantu calon pengantin tinggal ketemu satu orang saja semua masalah bisa selesai.
"Dulu calon pengantin itu harus ke sana sini mengurus sendiri. Dari desa ke KUA, selanjutnya dari KUA kemana lagi dan seterusnya. Kalau sekarang sudah ada fasilitas yang disiapkan," jelas Ronny.
Ada juga kewajiban menanam pohon buah bagi calon pengantin. Inovasi ini sekaligus mendukung program prioritas presiden yakni ASRI. Menanam pohon buah di lapangan desa melambangkan menapaki fase kehidupan yang baru yakni tanda cinta kasih bagi calon pengantin. (*)
Masal Gurusinga
