KAI Daop 6 Yogyakarta Mengoperasikan 36 KA Jarak Jauh
Data nasional menunjukkan Stasiun Yogyakarta menduduki posisi ketiga stasiun tersibuk.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Dalam rangka menghadapi lonjakan penumpang, KAI Daop 6 Yogyakarta meningkatkan jumlah kereta api jarak jauh (KAJJ) menjadi 36 rangkaian, naik signifikan 44 persen dari operasional normal yang hanya 25 KAJJ.
"Seluruh jajaran manajemen hingga pekerja KAI melaksanakan Posko Angkutan Lebaran guna memastikan operasional perjalanan kereta api aman serta pelayanan kepada pelanggan berjalan optimal," ujar Rosma Handayani, Direktur SDM dan Umum KAI, yang memimpin langsung apel kesiapan angkutan Lebaran 2025 di halaman timur Stasiun Yogyakarta, Senin (24/3/2025).
Posko Angkutan Lebaran 2025 akan beroperasi selama 16 hari mulai 24 Maret hingga 8 April 2025, sementara layanan Angkutan Lebaran sendiri telah dimulai sejak 21 Maret dan akan berakhir pada 11 April 2025.
Executive Vice President Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, mengungkapkan penambahan armada tersebut terdiri dari 25 KA reguler dan 11 KA tambahan, yang meliputi 7 KA Jarak Jauh Tambahan, 3 KA Motis Tengah dari Stasiun Lempuyangan, dan 1 KA Wisata Java Priority.
Pengerahan personel
Menurut dia, peningkatan armada diimbangi dengan penguatan aspek keamanan dan keselamatan melalui pengerahan 730 personel keamanan yang terdiri dari 121 Polsuska, 520 security, dan 89 personel TNI/Polri. KAI juga menambah 26 personel khusus untuk pemeriksaan jalur dan penjagaan perlintasan kereta.
"Kami menyiagakan 177 petugas kebersihan, 28 petugas Customer Services Mobile yang siap membantu pelanggan, 23 petugas kesehatan serta 6 pos kesehatan yang bekerjasama dengan 43 rumah sakit mitra," tambah Bambang.
Data nasional menunjukkan Stasiun Yogyakarta menduduki posisi ketiga stasiun tersibuk baik untuk keberangkatan maupun kedatangan selama Lebaran Idul Fitri 1446, setelah Stasiun Pasar Senen dan Gambir.
KAI secara nasional akan mengoperasikan 9.656 KA selama Angkutan Lebaran, meningkat 8 persen dibandingkan tahun 2024, dengan total kapasitas 4.591.510 tempat duduk.
2,5 juta tiket
Hingga 23 Maret 2025, sebanyak 2,5 juta tiket telah terjual atau 73 persen dari total kapasitas, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2025.
"Dari sisi operasional, tiga hal utama yang menjadi fokus kami adalah keselamatan, keamanan, dan kepastian. Semua ini untuk mewujudkan komitmen Mudik Tenang Menyenangkan pada masa Angkutan Lebaran 2025," kata Bambang.
Sebagai antisipasi keamanan pascainsiden di stasiun beberapa waktu lalu, KAI telah meningkatkan jumlah CCTV di titik-titik strategis dan memperbaiki pencahayaan, serta melakukan sterilisasi area staffing di stasiun. (*)