HUT ke-13, SMK Kesehatan Binatama Berakar pada Budaya Nusantara

SMK Binatama tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

HUT ke-13, SMK Kesehatan Binatama Berakar pada Budaya Nusantara
Potong tumpeng HUT ke-13 SMK Kesehatan Binatama di sekolah setempat, Rabu (17/12/2025). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- SMK Kesehatan Binatama memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-13 dengan mengusung tema Baswara: Budaya Asli Warisan Nusantara. Perayaan yang digelar di sekolah setempat, Rabu (17/12/2025), tidak hanya menjadi seremoni tahunan tetapi juga momentum refleksi perjalanan sekolah dalam membangun pendidikan kesehatan yang berkarakter, berbudaya dan berorientasi pengabdian masyarakat.

Kepala SMK Binatama Kesehatan, Nuri Hastuti, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran seluruh tamu undangan, mulai dari unsur yayasan, komite sekolah, pengawas pembina, hingga media. Usia 13 tahun menjadi fase kedewasaan sekolah untuk memberikan kontribusi nyata, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di tengah masyarakat.

"Perayaan hari ini menjadi bukti bahwa SMK Binatama tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial," katanya.

Tema Baswara adalah komitmen sekolah untuk menumbuhkan generasi muda yang kompeten di bidang kesehatan. Namun mereka tetap berakar kuat pada kearifan budaya bangsa.

Pengabdian masyarakat

Rangkaian HUT ke-13 diisi berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, seperti pelayanan kesehatan langsung bagi warga sekitar. Selain itu kegiatan berbagi sayuran sebagai bagian dari edukasi pola hidup sehat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata penanaman nilai empati, kepedulian, dan jiwa sosial kepada peserta didik. “Jiwa sosial dan empati bukan hanya diajarkan lewat teori, tetapi melalui praktik langsung. Ini adalah kurikulum hidup yang kami tanamkan kepada seluruh siswa,” katanya.

Selain kegiatan sosial, peringatan HUT juga dirangkai dengan penyelenggaraan Expo Proyek Kurikuler yang dilaksanakan selama satu semester. Melalui expo ini, siswa menampilkan berbagai inovasi produk kesehatan berbasis kearifan lokal, pengolahan sampah organik dan anorganik, serta bazar makanan dan minuman sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan.

“Expo ini merupakan jendela masa depan SMK Binatama. Di sini terlihat kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian siswa sebagai implementasi nyata Kurikulum Merdeka,” lanjutnya.

Mitra internasional

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga memperkenalkan mitra internasional dari Jepang yang bekerja sama. Mitra tersebut akan berada di SMK Binatama selama enam bulan untuk berbagi pengalaman dan kebudayaan Jepang.

"Juga memotivasi siswa agar terus bersemangat belajar dan membuka wawasan global," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Sleman, Pariyana,  mengungkapkan peringatan HUT ke-13 SMK Binatama sebagai momentum penting untuk mengingat perjalanan panjang sekolah sejak berdiri pada tahun 2012. Pariyana mengapresiasi perkembangan SMK Binatama yang dinilainya berhasil tumbuh menjadi sekolah berprestasi, sekolah adiwiyata, dan sekolah pusat keunggulan.

“Prestasi yang diraih SMK Binatama adalah hasil dari kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas seluruh pihak, mulai dari yayasan, komite sekolah, pengawas pendamping, guru, hingga siswa,” ujarnya.

Pembentukan karakter

Dia menambahkan, tema Baswara: Budaya Asli Warisan Nusantara sejalan dengan kebijakan pendidikan yang menekankan pentingnya pembentukan karakter. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga harus menanamkan karakter yang kuat agar peserta didik mampu beradaptasi di mana pun berada.

“Karakter yang baik akan menjadi bekal utama dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa. Pendidikan karakter inilah yang akan membuat generasi muda tangguh menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Dia mengibaratkan perjalanan SMK Binatama seperti sebuah pohon yang tumbuh dari biji kecil, dirawat, dipupuk, hingga akhirnya besar dan memberi manfaat bagi banyak orang. Namun, seiring pertumbuhan tersebut, akar pohon harus semakin kuat agar tidak mudah goyah.

“Kami berharap SMK Binatama terus memperkuat akarnya, yakni nilai-nilai karakter, budaya, dan integritas, agar mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan,” ujarnya.

Terus berkarya

Peringatan HUT ke-13 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa SMK Binatama untuk terus belajar, berkarya dan mewujudkan cita-cita.

Dengan menggabungkan kompetensi kesehatan, karakter kuat, dan penghargaan terhadap budaya nusantara, SMK Binatama optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

“Usia 13 tahun adalah pijakan untuk melompat lebih tinggi. Kami ingin menghasilkan lulusan yang sehat secara fisik, kaya akan budaya, dan unggul dalam inovasi,” kata dia. (*)