YPPH Resmi Meluncurkan Sekolah Dian Harapan di Yogyakarta

Lembaga pendidikan Kristen modern dengan kapasitas hingga 800 siswa dari tingkat TK hingga SMA (K–12) ini akan mulai beroperasi Juli 2026.

YPPH Resmi Meluncurkan Sekolah Dian Harapan di Yogyakarta
Peluncuran Sekolah Dian Harapan Jogja di Lippo Plaza Jogja, Sabtu (27/9/2025) sore. (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Yogyakarta tampaknya semakin meneguhkan predikatnya dan reputasinya sebagai Kota Pendidikan. Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) secara resmi meluncurkan Sekolah Dian Harapan (SDH) di kota ini, Sabtu (27/9/2025).

Lembaga pendidikan Kristen modern dengan kapasitas hingga 800 siswa dari tingkat TK hingga SMA (K–12) ini akan mulai beroperasi pada Juli 2026. Tak main-main, sekolah ini berada di Lippo Plaza Jogja yang berada di jantung kota dengan akses strategis di Jalan Laksda Adisutjipto.

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan keberadaan sekolah baru ini sejalan dengan arah pembangunan kota yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Kota Jogja memang tidak memiliki sumber daya alam yang besar, tapi kekuatan utama kita adalah manusia. Kehadiran SDH Jogja sangat mendukung visi kami untuk membangun masyarakat yang makmur, lestari, dan berkeadaban," katanya.

Memperkuat layanan

Dengan sekolah ini, Wawan berharap kualitas pendidikan dasar dan menengah semakin kokoh. Terlebih dari data Pemerintah Kota Yogyakarta memang tercatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang termasuk tertinggi secara nasional, yakni 89,10 dibanding rata-rata nasional 75,02. Harapan lama sekolah juga mencapai 17,66 tahun, dengan rata-rata lama sekolah 12,12 tahun.

“Sekolah ini bisa ikut memperkuat layanan pendidikan sekaligus merekrut tenaga pengajar lokal, sehingga terjadi transfer pengetahuan dan kualitas pendidikan di Jogja juga meningkat,” ungkapnya.

Sementara Presiden Universitas Pelita Harapan (UPH) sekaligus Trustee YPPH, Stephanie Riady, menyampaikan komitmen yayasan menghadirkan pendidikan Kristen yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Peluncuran SDH Jogja adalah wujud nyata komitmen kami menghadirkan pendidikan berakar pada iman, modern, dan mempersiapkan generasi masa depan. Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya adalah tempat yang tepat untuk menumbuhkan siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berhikmat dan siap melayani masyarakat,” katanya.

Komunitas hidup

Direktur Nasional Sekolah Dian Harapan, Deny Sinaga, menambahkan SDH Jogja tidak hanya dirancang sebagai tempat belajar, tetapi juga komunitas hidup. Mereka ingin menciptakan suasana hangat, relasi yang erat serta pengajaran relevan.

"Anak-anak yang belajar di sini diharapkan tumbuh menjadi generasi dengan pengetahuan, hati yang benar, dan keterampilan untuk berdampak bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.

SDH Jogja akan menggunakan pendekatan English Immersion sejak tingkat dasar, sementara di jenjang SMP dan SMA pembelajaran tetap berbasis literatur dengan penyampaian dalam bahasa Indonesia. Kurikulum yang ditawarkan menekankan keterampilan berpikir kritis, kreatif dan adaptif, serta menumbuhkan keseimbangan antara akademik, karakter dan spiritualitas.

Fasilitas modern yang disiapkan mencakup ruang kelas interaktif, laboratorium sains dan komputer, fasilitas seni dan olahraga hingga ruang ibadah. Semua ditata untuk membangun lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter siswa secara utuh.

Tiga dekade

Sebagai bagian dari jaringan YPPH yang telah berdiri lebih dari tiga dekade, SDH Jogja akan terhubung dengan lebih dari 69 sekolah serta Universitas Pelita Harapan yang saat ini menaungi lebih dari 52 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia. Hal ini membuka jalur yang lebih luas bagi para siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan nasional maupun global.

Dengan semboyan Berakar dalam iman, disiapkan untuk masa depan, sekolah ini diharapkan semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pendidikan nasional yang tidak hanya unggul secara akademis. "Tetapi juga membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia modern," ungkapnya.

School System Coordinator, Deny Kiswanto Sinaga, menambahkan peresmian SDH Jogja itu bukan sekadar menandai dibukanya fasilitas baru, tetapi juga menjadi undangan bagi para orang tua untuk merenungkan makna pendidikan sejati bagi anak-anak mereka.

Sejak lama, Yogyakarta dikenal bukan hanya sebagai kota budaya, tetapi juga kota pendidikan. Hampir setiap keluarga menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam hidup. Namun, perkembangan zaman dihadapkan tantangan baru berupa kemajuan teknologi, keterbukaan global hingga persoalan etika dan moral yang semakin kompleks.

Pendidikan sistemik

“Pertanyaan besar yang perlu kita renungkan hari ini adalah jenis pendidikan apa yang kita butuhkan untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Jawaban yang ditawarkan SDH Jogja adalah pendidikan sistemik, berpusat pada Kristus, holistik dan transformatif. Pendidikan sistemik berarti seluruh unsur sekolah, baik kurikulum, guru, hingga program pembelajaran bergerak ke arah yang sama. Berpusat pada Kristus menjadi fondasi iman yang menjiwai setiap kegiatan.

"Sementara holistik dan transformatif menekankan pembentukan siswa secara utuh yakni pikiran, hati dan tindakan agar mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat," katanya. (*)