GOR Among Raga Bergemuruh, Lomba Gobak Sodor Antar Desa Budaya di DIY Berlangsung Tiga Hari
Pengunjung bisa menyaksikan atraksi hiburan kesenian tradisional, berbelanja produk unggulan desa budaya dan mencoba memainkan permainan tradisional.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Suasana GOR Among Raga Yogyakarta, Jumat (5/12/2025), bergemuruh oleh teriakan para atlet maupun suporter tatkala berlangsung defile peserta saat upacara pembukaan Lomba Permainan Tradisional Gobak Sodor Antar Kalurahan/Kelurahan Budaya di DIY yang digelar Dinas Kebudayaan DIY.
Tak hanya teriakan dan yel-yel penyemangat, sebagian dari mereka menabuh sejumlah alat musik sehingga suasana menjadi semakin meriah. Satu per satu kontingen memasuki lapangan dengan kreasi masing-masing. Ada yang mengenakan kostum mirip burung, berpakaian tradisional, memakai topeng kayu maupun mengusurng replika gunungan wayang.
Lomba dalam rangka Ngleluri Kebudayan Lumantar Olahraga Tradisional kali ini bertema Dodolanan. Penampilan puluhan penari dengan kostum warna-warni menambah semarak rangkaian pembukaan acara yang secara resmi dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan Didik Wardaya, mewakili Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Pembukaan Lomba Permainan Tradisional Gobak Sodor Antar Kalurahan/Kelurahan Budaya di DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)
Terlihat pula sejumlah spanduk milik masing-masing suporter tim maupun panitia terpasang pada sudut-sudut GOR Among Raga tempat peserta beradu ketangkasan.
Di antaranya bertuliskan gobak sodor itu ajang olahraga bukan emosi, sabar bestie, main jujur ya, kalau mau curang mending daftar audisi sinetron, menang dengan curang tidak akan membuatmu lebih baik, menang dengan jujur adalah kemenangan sejati.
Membacakan sambutan tertulis Sekda DIY, dalam kesempatan itu Didik Wardaya memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan itu. Sedangkan Dian Lakshmi Pratiwi menyampaikan, Dodolanan yang berasal dari singkatan dodolan, dolan dan dolanan adalah sebuah konsep kegiatan menjaga, merawat, mengembangkan melestarikan budaya yang memadukan aktivitas berjualan, bermain dan permainan.dalam satu event yang bisa dinikmati sebagai rekreasi keluarga.
Harapannya kegiatan yang berlangsung tiga hari hingga 7 Desember 2025 itu pengunjung bisa menyaksikan atraksi hiburan kesenian tradisional, berbelanja produk unggulan desa budaya dan mencoba memainkan permainan tradisional yang disiapkan.
Pembukaan Pasar Warga, rangkaian dari kegiatan Lomba Permainan Tradisional Gobak Sodor Antar Kalurahan/Kelurahan Budaya di DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)
Menurut Dian, Desa/Kelurahan yang telah ditetapkan sebagai Desa/Kelurahan Budaya mempunyai tanggung jawab menggali potensi dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki.
Pemerintah DIY, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa/Kelurahan melakukan pembinaan terhadap Desa/Kelurahan Budaya agar dapat mempertahankan dan mengembangkan potensi budayanya.
“Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah dengan memberikan fasilitasi penyelenggaraan event untuk memperkenalkan produk dan juga aktivitas kebudayaan yang sudah dilakukan di desa budaya selama ini,” kata Dian.
Kegiatan itu juga bertujuan memberikan fasilitasi dan promosi kepada desa/kelurahan budaya untuk menampilkan potensi wilayah masing-masing yang berupa kesenian, kerajinan, kuliner, pengetahuan budaya dan permainan tradisional.
Gelar potensi
Adapun peserta Gelar Potensi Desa Budaya Tahun 2025 terdiri 50 Kalurahan budaya se-DIY. Rinciannya Kota Yogyakarta 5 kelurahan, Kabupaten Bantul 10 kalurahan, Kulonprogo 11 kalurahan, Gunungkidul 12 kalurahan dan Kabupaten Sleman 12 kalurahan.
Disebutkan, peserta Lomba Permainan Tradisional Gobak Sodor Tahun 2025 terbagi Tim Putra dan Tim Putri. Tim Putra diikuti 26 kontingen dengan rincian Kota Yogyakarta 1 kelurahan, Kabupaten Gunungkidul 7 kalurahan, Kabupaten Bantul 6 kalurahan, Kabupaten Kulonprogo 9 kalurahan dan Kabupaten Sleman 3 kalurahan.
Tim Putri diikuti 24 kontingen dengan rincian Kota Yogyakarta 1 kelurahan, Kabupaten Gunungkidul 7 kalurahan, Kabupaten Bantul 4 kalurahan, Kabupaten Kulonprogo 5 kalurahan dan Kabupaten Sleman 7 kalurahan.
Para pemenang baik Tim Putra maupun Tim Putri masing-masing akan mendapatkan uang pembinaan, piagam dan plakat. Juara I berupa uang pembinaan sebesar Rp 8 juta, Juara II sebesar Rp 7 juta, Juara III sebesar Rp 6 juta dan Juara IV sebesar Rp 5 juta.
Pasar Warga
Lomba permainan gobak sodor juga dimeriahkan kegiatan Pasar Warga yang menjajakan aneka kuliner maupun kerajinan. Selain itu, juga terdapat panggung warga sebagai ajang atraksi kesenian tradisional termasuk zona permainan tradisional.
Sedangkan kegiatan pendukung berupa wicara budaya dan lokakarya yang diisi tokoh-tokoh budaya yang membicarakan praktik budaya yang masih berlangsung maupun transformasinya di desa budaya, sebagai sebagai sarana edukasi pengetahuan bagi masyarakat.
Dian berharap aktivitas kebudayaan di desa budaya semakin berkembang. Kemitraan desa budaya dengan institusi pemerintah maupun swasta yang melibatkan warga masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
---
