Februari Dilaksanakan Pra Musdes Serentak Terhadap Calon Penerima Bansos di Klaten
Juni data penerima abansos sudah valid, sehingga di Kabupaten Klaten sudah bisa meminimalisir penerima bansos yang tidak tepat sasaran
KORANBERNAS.ID, KLATEN--Pemkab Klaten membuat satu terobosan agar bantuan-bantuan yang disalurkan pemerintah bisa tepat sasaran. Terobosan berupa pelaksanaan kegiatan pra musdes (musyawarah desa) di tingkat RT/RW tersebut serentak dilaksanakan pada awal Februari 2026.
“Dalam rapat RT/RW ini, dengan data dari Dinas Sosial bahwasanya data calon penerimanya ini, kemudian di rembug di tingkat RT/RW. Di situ nanti akan ada filterisasi musyawarah mufakat mana yang layak mendapatkan dan mana yang tidak. Hasil dari rapat RT/RW ini nanti dibuatkan berita acara untuk kemudian di lempar ke musdes. Baru musdes nanti menjadi filter kedua,” kata Bupati saat ditemui usai menghadiri acara Rakorlak di Pendopo Pemkab, Kamis (21/1/2026).
Ujungnya nanti kata Bupati, pada saat input data ini nanti karena biasanya yang melakukan operator desa, kalau operator desa sendirian kemungkinan terjadi subyektivitas. Sehingga diusulkan pada saat inputing data didampingi oleh perwakilan desa. Sehingga harapannya nanti inputing datanya bisa lebih valid.
“Targetnya bulan Juni datanya sudah valid, sehingga di Kabupaten Klaten sudah bisa meminimalisir penerima bansos yang tidak tepat sasaran. Kalau nanti masih ada satu, dua tinggal melalui cek bansos. Setelah ini clear data desil 1 sampai 5 bisa dimanfaatkan oleh bapak ibu Kepala OPD dalam membuat kerangka kebijakan sehingga calon penerima tepat sasaran,” jelas Bupati.
Kepala Dinsos P3APPKB Klaten Puspo Enggar Hastuti menyampaikan rencana musdes bisa dilaksanakan bulan Februari 2026 untuk mengejar sebelum bulan Ramadhan.
“Tapi tadi arahan Bupati harus ada musyawarah di tingkat RT/RW dulu. Itu nanti data bansos triwulan ke 4 tahun 2025 akan kami lempar ke desa, mana yang layak menerima dan tidak. Nanti diputuskan dalam rapat RT/RW tadi ditarik ke tingkat desa (musdes). Kalau ada masyarakat yang memang belum diusulkan karena susah menentukan desil 1, 2, 3. Kalau memang masyarakat memandang layak, silahkan diusulkan saja lewat cek bansos karena cek bansos bisa di akses oleh siapapun,” kata mantan Camat Prambanan itu. (*)
Masal Gurusinga
