Lebih Inklusif dengan “Tape Ketan”: BPN Kota Yogyakarta Jemput Bola Urus Sertipikat Kelompok Rentan

Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta hadirkan inovasi Tape Ketan. Layanan jemput bola urus sertipikat tanah khusus lansia dan difabel agar lebih mudah dan inklusif

Lebih Inklusif dengan “Tape Ketan”: BPN Kota Yogyakarta Jemput Bola Urus Sertipikat Kelompok Rentan
Petugas dari BPN Kota Yogyakarta mengunjungi kediaman ​Hardinah (Ngupasan) seorang lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Hambatan fisik dan usia kini bukan lagi penghalang bagi warga Kota Yogyakarta untuk mendapatkan kepastian hukum atas tanah mereka. Melalui inovasi bertajuk Tape Ketan (Tanggap Pelayanan Kelompok Rentan), Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta membuktikan bahwa pelayanan publik kini semakin humanis dengan sistem jemput bola.

​Program unggulan ini secara khusus menyasar masyarakat kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas, yang mengalami kesulitan untuk datang langsung ke kantor pertanahan.

​Hadir di Ruang Tamu Warga

​Salah satu terobosan utama dalam Tape Ketan adalah kemudahan dalam proses penerbitan sertipikat pengganti akibat hilang. Biasanya, proses ini mewajibkan pemegang hak hadir di kantor untuk melakukan pengambilan sumpah. Namun, lewat Tape Ketan, petugas BPN-lah yang mendatangi kediaman warga.

​Implementasi nyata baru-baru ini dirasakan oleh ​Harsono (Notoprajan), seorang pemegang hak yang tengah berjuang melawan sakit stroke. Juga oleh ​Hardinah (Ngupasan) seorang lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas.

​Petugas datang langsung ke rumah mereka untuk melaksanakan proses pengambilan sumpah, memastikan prosedur hukum tetap terpenuhi tanpa memberatkan kondisi fisik pemohon.

​Wujud Nyata Pelayanan Humanis

​Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta, Supriyanto, A.Ptnh, menegaskan bahwa inovasi ini adalah bentuk kehadiran negara bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

​“Melalui Tape Ketan, kami memastikan bahwa kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas mendapatkan hak pelayanan yang setara. Petugas kami hadir langsung ke rumah pemohon agar proses tetap berjalan tanpa memberatkan mereka,” jelas Supriyanto.

​Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)

​Layanan jemput bola ini bukan sekadar kemudahan teknis, melainkan bagian dari strategi besar BPN Kota Yogyakarta dalam membangun Zona Integritas. Dengan memangkas jarak antara birokrasi dan masyarakat, Tape Ketan menjadi pilar dalam mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

​Inovasi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian hukum yang lebih cepat bagi masyarakat yang selama ini merasa kesulitan mengakses layanan karena keterbatasan fisik. (*)