Di Tempat Lain Jual Tanah Kas, Desa Sidowayah Klaten Justru Beli

Pada tahun 2024 omzet Bumdes Pemerintah Desa Sidowayah mencapai Rp 11,5 miliar.

Di Tempat Lain Jual Tanah Kas, Desa Sidowayah Klaten Justru Beli
Kepala Desa Sidowayah, Mujahid Jaryanto, menyampaikan sambutan pada Opening Makarsafest dan Launching Program Ketahanan Pangan Desa Sidowayah di obyek wisata Siblarak, Rabu (13/8/2025). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN – Festival Mahakarya Desa (Makarsafest) Sidowayah Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten dibuka dengan melibatkan sejumlah stakeholder. Pada acara tersebut, Kepala Desa Sidowayah, Mujahid Jaryanto, mengajak menggiatkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang ada. Sebab, tanpa BUMDes dan tanpa pendapatan maka desa itu akan stagnan.

"Mangga, kita giatkan BUMDes yang ada, saya yakin para pegiat desa akan menciptakan BUMDes dan menjadikan desa masing-masing untuk maju," katanya pada acara Opening Makarsafest Sidowayah dan Launching Program Ketahanan Pangan Desa Sidowayah di obyek wisata Siblarak Desa Sidowayah Kecamatan Polanharjo Klaten, Rabu (13/8/2025).

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Klaten, Dinas Pariwisata Kabupaten Klaten, Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Rektor dan Pembantu Rektor Tiga Serangkai University (TSU) Surakarta.

Mujahid menambahkan, pada tahun 2024 omzet Bumdes Pemerintah Desa Sidowayah mencapai Rp 11,5 miliar. Ini diperoleh berkat kerja keras masyarakat Sidowayah dan pengelola BUMDes.

Kuliah gratis

"Ini bukan kaleng-kaleng. Kita kemarin juga sudah menambah kas desa seluas satu hektar. Ini satu-satunya desa yang beli tanah tanah kas desa. Kalau di tempat lain ada yang menjual tanah kas desa, kita justru beli tanah kas desa. Ini berkat sumber daya alam yang ada dan kerja keras dari pegiat desa," ujar Mujahid.

Pemdes Sidowayah bekerja sama dengan TSU Surakarta menciptakan sarjana desa setiap tahun. Saat ini, Pemdes Sidowayah memberikan kuliah gratis 10 warganya di Tiga Serangkai University.

Sementara itu, Rektor Tiga Serangkai University Dr Eny Rahma Zaenah menyampaikan kolaborasi Pemdes Sidowayah dengan universitas yang dia pimpin dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan desa berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung visi misi Asta Cita pemerintah.

Ini selaras dengan Asta Cita kedua yakni membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan serta sejalan dengan Asta cita ke-4 dan Asta Cita ke-5. "Saat ini Bapak Ibu kerja sama yang sudah terjalin Insya Allah semakin luas dengan bergabungnya 39 BUMDes wisata di Kabupaten Klaten,” katanya.

Pusat pembelajaran

Keberadaan BUMDes wisata akan memperluas skala program di TSU yang memungkinkan transfer teknologi, pertukaran model bisnis dan pemasaran bersama lintas Desa Sidowayah menjadi pusat pembelajaran pengembangan desa wisata berbasis kolaborasi.

Acara tersebut juga diwarnai dengan BUMDes bercerita, kisah sukses dan inovasi BUMDes. Beberapa pengurus BUMDes menceritakan perjalanan mendirikan BUMDes hingga perkembangannya saat ini. Diawali dari BUMDes Malangjiwan, Hamid Kusnanto.

Pada forum itu, Hamid Kusnanto yang juga Sekdes Malangjiwan menceritakan pembentukan BUMDes di wilayahnya diawali tahun 2011 ketika dirinya menjadi perangkat Desa Malangjiwan. Waktu itu, kata dia, obyek wisata dikelola dengan sistem lelang.

"Pendapatan awal Rp 9 juta, sampai dengan 2016 menjadi Rp 18 juta. Karena dikelola secara profesional dan kerja sama desa dengan stakeholder pada bulan Mei 2017 dibentuklah BUMDes. Dari awal pendapatan hanya Rp 18 juta meningkat menjadi Rp 230 juta. Pada tahun 2019 naik menjadi Rp 1,8 miliar. Karena BUMDes tujuan utamanya adalah mensejahterakan masyarakat," kata Hamid. (*)