Bupati Purworejo Kunjungi Keluarga Korban Laka Air Sungai Wawar

Dilaporkan, tiga anak warga Desa Bakurejo Grabag terseret arus saat bermain air di Sungai Wawar.

Bupati Purworejo Kunjungi Keluarga Korban Laka Air Sungai Wawar
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyerahkan bantuan dari Baznas kepada orang tua korban meninggal kecelakaan air di Sungai Mawar. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Bupati Purworejo Yuli Hastuti bersama Asisten Pemerintahan dan pimpinan perangkat daerah terkait mengunjungi dua keluarga korban meninggal dan satu korban selamat kecelakaan air (laka air), Jumat (17/4/2026).

Tak hanya memberikan dukungan moral, kepada keluarga korban di Desa Bakurejo bupati menyerahkan santunan dari Baznas Kabupaten Purworejo dan bantuan.

Dilaporkan, tiga anak warga Desa Bakurejo Grabag terseret arus saat bermain air di Sungai Wawar, Kamis (16/4/2026) sore. Dua korban tidak bisa menyelamatkan diri dan ditemukan di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen empat kilometer dari lokasi kejadian.

Korban meninggal dunia atas nama Alfin (12), putra dari Sugeng warga Dusun 1 Bakurejo dan Zaki (12) putra dari Supadi warga Dusun 2 Bakurejo. Sedangkan seorang korban atas nama Brian (11), putra dari Surani, berhasil menyelamatkan diri.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti memberi dukungan moral kepada korban selamat, Brian. (istimewa)

"Saya menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa korban. Saya mendoakan agar para korban meninggal dunia husnul khotimah, mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan berharap keluarga yang ditinggalkan terus diberikan kesabaran, kekuatan, dan ketabahan," ungkap bupati.

Kepada korban selamat, bupati berpesan agar lebih berhati-hati beraktivitas dan bermain. Dia mengimbau orang tua korban terus mendampingi selama masa pemulihan, baik pemulihan fisik maupun trauma psikologis akibat kejadian yang dialaminya.

Melalui kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya memberi dukungan moral kepada keluarga korban namun juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Purworejo hadir dan peduli terhadap warganya.

Laka air ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap risiko beraktivitas di perairan, seperti sungai, pantai dan kolam. (*)