Atlet Sepak Bola Zio Sandi Rilis Single Perdana “Turah Wani”

Zio Sandi yang merupakan penggemar Denny Caknan, Lazora dan Aftershine.

Atlet Sepak Bola Zio Sandi Rilis Single Perdana “Turah Wani”
Zio Sandi saat peluncuran singlenya, Jumat (28/11/2025), di Teras Kemala, Sleman. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Zio Sandi talenta muda asal Sleman ini muncul dengan mengusung pop dangdut Jawa. Zio merupakan atlet sepak bola junior yang berprestasi. Bisa menyanyi, punya suara merdu, namun juga jago bermain sepak bola adalah perpaduan yang jarang muncul dan kerap luput dari sorotan.

Kedua bakat itu dimiliki oleh Zio Sandi, remaja 15 tahun asal Sleman, yang pada akhir 2025 merilis single perdananya berjudul Turah Wani. Ini menjadi warna baru di industri musik Jawa.

Lagu ciptaan Tomo Widayat itu bercerita tentang ketulusan serta keberanian seorang remaja laki-laki dalam memperjuangkan cinta yang tak direstui. 

“Lirik lagu Turah Wani itu kan tentang kita memberanikan diri buat bilang ke orang tua si cewek, bahwa ini lho aku serius dan berkomitmen,” kata Zio Sandi saat peluncuran lagunya, pada Jumat (28/11/2025) di Teras Kemala, Sleman.

Generasi TikTok

“Sebagai laki-laki harus bertanggung jawab. Kalau suka sama anaknya, ya nembung dulu, jangan sembunyi-sembunyi,” tambahnya.

Zio Sandi yang merupakan penggemar Denny Caknan, Lazora dan Aftershine menilai karakter vokalnya membawa nuansa fresh dengan groove modern ala generasi TikTok.

Dia berharap Turah Wani bisa menjadi anthem remaja Jawa yang tengah memperjuangkan cinta. “Cinta remaja itu lucu, lugu, tapi kalau sudah serius ya beneran nggak main-main,” ucapnya.

Sebelum tampil sebagai penyanyi, Zio lebih dulu menekuni sepak bola. Dia mengenal olahraga itu sejak usia satu tahun kemudian bergabung dengan sekolah sepak bola pada usia enam tahun. Hingga kini, ia masih memperjuangkan mimpinya sebagai pemain profesional bersama tim PSS Sleman junior.

Tugas sekolah 

Musik juga tumbuh dalam dirinya lewat sang ayah, Sandi Abdurakhman vokalis Newdays, grup pop rock era 2000-an. Ketertarikannya bermula dari drum, sebelum akhirnya beralih pada tarik suara setelah iseng membuat rekaman tugas sekolah saat kelas empat SD.

Sejak saat itu, Zio mulai rutin membuat cover lagu, jatuh cinta pada pop dangdut Jawa. “Semoga suatu saat aku bisa satu panggung bareng Denny Caknan,” harapnya.

Zio mengaku banyak belajar mengenai cengkok, dinamika dan artikulasi dari lagu-lagu idolanya itu. “Aku juga tidak khawatir dibilang peniru, karena bagaimanapun Denny Caknan tetaplah dia. Aku masih berproses dan nanti bisa saja sudah menemukan karakter Zio Sandi yang sesungguhnya,” katanya.

Proses produksi lagu Turah Wani dikerjakan Tomo Widayat sebagai produser musik, dibantu Aza Ardito pada keyboard dan strings, Cendy pada cak–cuk, serta mixing-mastering oleh Hero Aditya. Lagu ini dirilis Top Record di platform digital dan video klipnya tayang serentak di kanal YouTube Zio Sandi pada 28 November 2025.

Pelatih bangga

Di tengah proses kreatifnya, dua pelatih PSS Junior, Coach Fajar dan Coach Anang, memberikan dukungan penuh kepada Zio yang kini menjalani dua dunia sekaligus.

Coach Fajar mengaku terkejut ketika mengetahui kemampuan bernyanyi anak asuhnya itu. “Ternyata Zio penyanyi yang luar biasa. Ini ranah di luar sepak bola, tapi kalau nanti sudah resmi, kami akan support,” katanya. 

Dia menilai musik dan sepak bola bukan dua hal yang saling bertentangan. "Rata-rata pemain bola juga suka musik. Tinggal bagaimana Zio membagi waktu. Intinya kami mendukung," ujarnya.

Coach Anang pun menyampaikan hal serupa. Dia awalnya hanya mendengar dari teman-teman Zio bahwa pemain mudanya itu hobi bernyanyi. “Saya cukup kaget, ternyata bakatnya di musik juga ada,” ujarnya. 

Menjaga disiplin

Selama tidak mengganggu fokus, kedua dunia itu bisa berjalan beriringan. “Yang penting tetap fokus di sepak bola karena kami yakin Zio punya kualitas besar," tambahnya.

Kedua pelatih berharap Zio terus berkembang. Mereka berpesan agar menjaga disiplin, membagi waktu dengan baik, dan tetap menjadikan sepak bola sebagai prioritas tanpa memadamkan passion bermusiknya. (*)