UPNVY Bentuk Satgas PPK, Tegaskan Komitmen Kampus Bebas Kekerasan

Satgas PPK dibentuk dengan melibatkan unsur dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan psikolog.

UPNVY Bentuk Satgas PPK, Tegaskan Komitmen Kampus Bebas Kekerasan
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UPNVY, Hendro Widjanarko, menyampaikan keterangan pada Media Gathering di Yogyakarta, Kamis (27/11/2025). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif dan bebas dari kekerasan saat ini menjadi keharusan. Merespons itu, UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK).

"Kami berkomitmen kuat terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan, selaras dengan amanah Permendikbud Ristek Nomor 55 Tahun 2024," kata Hendro Widjanarko, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UPNVY, di sela Media Gathering di Yogyakarta, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, keberadaan kampus sebagai ruang pendidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan akademik. Namun juga berkaitan erat dengan perlindungan sivitas akademika dari segala bentuk kekerasan.

“Kami ingin menciptakan suasana ramah, aman, inklusif, setara dan bebas dari kekerasan di UPN ‘Veteran’ Yogyakarta. Targetnya, melalui Satgas PPK ini kami bisa menurunkan tingkat kekerasan di kampus hingga mencapai nol atau bebas kekerasan,” katanya.

Lingkungan kampus

Sejalan dengan regulasi nasional, UPNVY telah memperkuat Satgas PPK untuk periode 2025-2027. Penguatan satgas ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi strategi komprehensif untuk menangani berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, psikis maupun kekerasan berbasis gender yang berpotensi terjadi di lingkungan kampus.

Satgas PPK dibentuk dengan melibatkan unsur dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan psikolog, sehingga memiliki perspektif lengkap dalam penanganan kasus. 

"Melalui pendidikan anti-kekerasan, jalur pelaporan yang responsif dan pendampingan korban, UPNVY menjadi ruang aman bagi siapa pun," ungkapnya.

Komitmen UPNVY terhadap kampus aman juga didukung ikhtiar meningkatkan transparansi publik. Pada tahun ini, UPNVY mengikuti Uji Publik Keterbukaan Informasi sebagai bagian dari Monitoring dan Evaluasi oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).

Elemen penting

Pada tahapan Self Assessment Questionnaire (SAQ), kampus itu meraih skor 94,7, angka yang menempatkannya pada jalur kuat untuk meraih predikat Badan Publik Informatif.

Keterbukaan informasi ini menjadi elemen penting membangun kepercayaan publik, terutama terkait proses-proses penanganan kasus kekerasan yang harus dilakukan secara akuntabel namun tetap menjaga kerahasiaan korban.

Selain agenda besar pencegahan kekerasan, UPNVY juga mengumumkan capaian strategis lainnya, salah satunya adalah penetapan Akreditasi Unggul berdasarkan SK BAN-PT Nomor 2726/SK/BAN-PT/Ak/PT/IX/2025.

“Dengan status Akreditasi Unggul, UPN ‘Veteran’ Yogyakarta memiliki modal kuat meningkatkan mutu pendidikan, memperluas kerja sama nasional dan internasional, serta mendorong riset-riset yang berdampak global,” tambahnya.

Lingkungan aman

Ini memperkuat pesan, kampus yang unggul tidak hanya dinilai dari aspek akademik, tetapi juga dari kualitas lingkungan belajar yang aman dan suportif.

Koordinator Kerja Sama dan Humas UPNVY, Panji Dwi Ashrianto, mengungkapkan investasi pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan. Mulai dari dua gedung parkir bertingkat, satu gedung perkuliahan yang hampir rampung, hingga rencana pembangunan gedung perkuliahan baru serta Kampus Geosains di Gunungkidul.

“Sejalan dengan pertambahan mahasiswa baru, UPN ‘Veteran’ Yogyakarta terus meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai dan mendukung kegiatan perkuliahan,” ujarnya. (*)