Waspadai Potensi Tanah Longsor di Sadang dan Rowokele Kebumen

Longsor menyebabkan kerusakan rumah warga dan infrastruktur jalan desa.

Waspadai Potensi Tanah Longsor di Sadang dan Rowokele Kebumen
Tanah longsor di Desa Wonosari Kecamatan Sadang Kebumen, Kamis (13/11/2025) dini hari. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Polres Kebumen mengingatkan warga di Kecamatan Sadang dan Rowokele mewaspadai potensi terjadinya tanah longsor. Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen beberapa hari terakhir bisa memicu bencana tanah longsor. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, longsor menyebabkan kerusakan rumah warga dan infrastruktur jalan desa.

Di Kecamatan Sadang, longsor menimpa rumah milik Sugino, warga Dukuh Kalimengger Desa Wonosari RT 04 RW 05. Kejadian bermula saat hujan deras disertai angin mengguyur sejak malam hari.

Sekitar pukul 01:00, Sugino mendengar suara gemuruh dari sisi kanan rumahnya. Saat keluar mendapati tanah di tebing setinggi empat meter di samping rumahnya longsor dan menimpa kamar mandi hingga mengalami kerusakan.

“Korban langsung melapor kepada perangkat desa dan Polsek Sadang. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 2 juta,” kata Kompol Faris Budiman, Wakapolres Kebumen, Kamis(13/11/ 2025).

Menggerus jalan

Petugas bersama warga setempat kemudian bergotong royong menyingkirkan material longsoran serta melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan unsur Forkompimcam untuk penanganan lanjutan.

Tanah longsor di Kecamatan Rowokele terjadi di tepi bahu jalan Desa Giyanti, tepatnya di Dukuh Kedung Gondang RT 04 RW 01. Tanah longsor dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 7 meter menggerus sebagian badan jalan.

Berdasarkan laporan masyarakat, kejadian berlangsung sekitar pukul 14:00. Tidak ada korban jiwa namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 30 juta akibat kerusakan talud penahan tanah.

Polres Kebumen mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di kawasan perbukitan dan dekat tebing.

Segera melapor

“Curah hujan masih tinggi, potensi bencana seperti tanah longsor dan banjir bisa terjadi kapan saja. Kami minta warga segera melapor bila ada tanda-tanda pergerakan tanah,” kata Faris.

Hingga Kamis (13/11/2025) sore, kondisi di dua lokasi telah tertangani sementara. Aparat bersama pemerintah desa terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi longsor susulan. (*)